USD Merosot ke Level Terendah, Rupiah Berakhir Perkasa
Senin, 24 Juli 2017 - 17:00 WIB
USD Merosot ke Level Terendah, Rupiah Berakhir Perkasa
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir balik menguat, ketika sempat sedikit tergelincir di awal pembukaan. Penguatan rupiah sore ini memanfaatkan anjloknya USD ke posisi terendah.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah membaik pada sesi penutupan perdagangan hari ini di posisi Rp13.305/USD atau menguat dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.312/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.302-Rp13.319/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.309/USD atau lebih baik dari akhir pekan kemarin pada posisi Rp13.313/USD. Tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.307-Rp13.325/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas rupiah menunjukkan hingga perdagangan sore berada di level Rp13.330/USD atau jauh melemah sendirian dari posisi penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.312/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah tertahan di zona hijau yakni Rp13.319/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah bangkit dari posisi sebelumnya di level Rp13.323/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (24/7/2017) USD mengalami kejatuhan ke posisi terendah dalam 13 bulan terhadap beberapa mata uang utama saat perdagangan awal pekan. Pasar mata uang terbebani pelemahan yield US Treasury serta data ekonomi di tengah meningkatnya harapan kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini.
"Pelemahan dolar tampaknya imbas dari data penyusutan yang dikeluarkan AS serta ditambah ketidakpastian kondisi politik," ujar Kepala Strategi Pasar CMC Capital Michael Hewson di London.
Pada awal pekan, indeks USD yang mengukur terhadap kekuatan mata uang terhadap lainnya jatuh ke level 93.823, atau ke posisi terendah sejak Juni 2016. Ketika indeks telah hanyut cukup lama sejak Maret tahun ini, yang dipercepat dalam beberapa pekan terakhir seiring pelemahan Treasury yields. Tercatat imbal hasil obligasi patokan AS telah jatuh 16 basis poin dalam dua pekan.
Sementara euro telah bertengger di level 1.1647 terhadap USD, kurang dari setengah persen dari hampir posisi tertinggi dalam dua tahun sebelumnya. Sedangkan pada perdagangan Asia, indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama masih bergerak mendatar.
Setelah menyentuh posisi 93.823, tingkat terendah sejak Juni 2016, pergerakan USD terus berlanjut mendatar hingga 93.880 atau lebih tinggi dari akhir pekan. Sedangkan saat melawan Yen Jepang, USD terus meluncur dengan kemunduran 0,1% menjadi 111.020.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah membaik pada sesi penutupan perdagangan hari ini di posisi Rp13.305/USD atau menguat dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.312/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.302-Rp13.319/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.309/USD atau lebih baik dari akhir pekan kemarin pada posisi Rp13.313/USD. Tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.307-Rp13.325/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas rupiah menunjukkan hingga perdagangan sore berada di level Rp13.330/USD atau jauh melemah sendirian dari posisi penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.312/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah tertahan di zona hijau yakni Rp13.319/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah bangkit dari posisi sebelumnya di level Rp13.323/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (24/7/2017) USD mengalami kejatuhan ke posisi terendah dalam 13 bulan terhadap beberapa mata uang utama saat perdagangan awal pekan. Pasar mata uang terbebani pelemahan yield US Treasury serta data ekonomi di tengah meningkatnya harapan kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini.
"Pelemahan dolar tampaknya imbas dari data penyusutan yang dikeluarkan AS serta ditambah ketidakpastian kondisi politik," ujar Kepala Strategi Pasar CMC Capital Michael Hewson di London.
Pada awal pekan, indeks USD yang mengukur terhadap kekuatan mata uang terhadap lainnya jatuh ke level 93.823, atau ke posisi terendah sejak Juni 2016. Ketika indeks telah hanyut cukup lama sejak Maret tahun ini, yang dipercepat dalam beberapa pekan terakhir seiring pelemahan Treasury yields. Tercatat imbal hasil obligasi patokan AS telah jatuh 16 basis poin dalam dua pekan.
Sementara euro telah bertengger di level 1.1647 terhadap USD, kurang dari setengah persen dari hampir posisi tertinggi dalam dua tahun sebelumnya. Sedangkan pada perdagangan Asia, indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama masih bergerak mendatar.
Setelah menyentuh posisi 93.823, tingkat terendah sejak Juni 2016, pergerakan USD terus berlanjut mendatar hingga 93.880 atau lebih tinggi dari akhir pekan. Sedangkan saat melawan Yen Jepang, USD terus meluncur dengan kemunduran 0,1% menjadi 111.020.
(akr)