Lonjakan Rupiah Masih Harus Kembali Diuji
Selasa, 25 Juli 2017 - 08:46 WIB
Lonjakan Rupiah Masih Harus Kembali Diuji
A
A
A
JAKARTA - Lonjakan mata uang rupiah diperkirakan harus kembali diuji, seiring masih variatifnya sentimen yang ada terutama terkait pergerakan laju dolar Amerika Serikat (USD). Diharapkan penguatan tersebut dapat bertahan sehingga dapat mengkonfirmasi adanya potensi tren kenaikan.
"Namun demikian, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (25/7/2017).
(Baca Juga: USD Merosot ke Level Terendah, Rupiah Berakhir Perkasa )
Diperkirakan rupiah pada hari kedua pekan ini akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.322/USD dan resisten Rp13.297/USD. Sementara, pergerakan rupiah di awal pekan, mampu kembali mengalami kenaikan.
Laju USD berada di dekat level terendahnya dalam 13 bulan terhadap sekelompok mata uang utama seiring ketidakpastian kondisi politik AS yang mengurangi harapan untuk langkah cepat agenda stimulus dan reformasi Presiden AS Donald Trump.
Masih adanya imbas penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS, mendapat sentimen negatif setelah juru bicara Gedung Putih mengundurkan diri dimana memberikan gambaran adanya konflik internal di dalam lingkungan kepresidenan. "Sementara itu, sentimen positif dari dalam negeri cukup membuat laju rupiah bergerak positif," pungkasnya.
"Namun demikian, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (25/7/2017).
(Baca Juga: USD Merosot ke Level Terendah, Rupiah Berakhir Perkasa )
Diperkirakan rupiah pada hari kedua pekan ini akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.322/USD dan resisten Rp13.297/USD. Sementara, pergerakan rupiah di awal pekan, mampu kembali mengalami kenaikan.
Laju USD berada di dekat level terendahnya dalam 13 bulan terhadap sekelompok mata uang utama seiring ketidakpastian kondisi politik AS yang mengurangi harapan untuk langkah cepat agenda stimulus dan reformasi Presiden AS Donald Trump.
Masih adanya imbas penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS, mendapat sentimen negatif setelah juru bicara Gedung Putih mengundurkan diri dimana memberikan gambaran adanya konflik internal di dalam lingkungan kepresidenan. "Sementara itu, sentimen positif dari dalam negeri cukup membuat laju rupiah bergerak positif," pungkasnya.
(akr)