Rupiah Pagi di Bawah Tekanan Saat USD Bergerak Stabil

Rabu, 26 Juli 2017 - 10:20 WIB
Rupiah Pagi di Bawah...
Rupiah Pagi di Bawah Tekanan Saat USD Bergerak Stabil
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pembukaan hari ini dibuka masih sulit keluar dari zona merah, untuk makin jatuh semakin dalam. Pelemahan mata uang Garuda terjadi saat USD bergerak stabil untuk mulai pulih dan menjauh dari posisi terendah dalam 13 bulan.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi dibuka pada level Rp13.334/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin menyusut dari posisi sebelumnya di level Rp13.320/USD.

Sementara, data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah pada hari ini dibuka di level Rp13.332/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.325/USD. Pergerakan rupiah sendiri tengah pekan ini berada pada kisaran level Rp13.323-Rp13.337/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah juga tercatat melemah ke level Rp13.335/USD dan terus bergerak dalam jalur negatif dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.327/USD. Kisaran harian rupiah pada perdagangan tengah pekan yakni Rp13.325-Rp13.339/USD.

Di sisi lain seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/7/2017) USD mulai merangkak ke atas posisi terendah dalam 13 bulan terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Investor masih menanti pernyataan Federal Reserve AS atau Bank Sentral untuk mendapatkan petunjuk tentang waktu pengetatan moneter berikutnya.

Inflasi yang bergerak lamban terus memberikan tekanan dan menyebabkan ketidakpastian apakah The Fed bakal menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Indeks USD yang mengukur terhadap enam mata uang utama, berdiri di level 94.082. Sebelumnya pada Selasa kemarin, USD jatuh ke posisi terendah yakni 93.638.

Angka indeks dolar itu merupakan yang terburuk terendah sejak Juni 2016. Sementara melawan yen, USD terlihat stabil pada posisi 111.89 yen, memegang keuntungan setelah naik 0,7% pada hari sebelumnya.

Euro juga berada kokoh di posisi 1.1647 terhadap USD, setelah sebelumnya meningkat pesat ke level 1.17125 untuk menjadi yang tertinggi sejak Agustus tahun 2015. Penguatan euro didorong setelah survei menyatakan bisnis Jerman bakal lebih kuat di luar perkiraan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
5 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
7 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
8 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
9 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
9 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved