Rupiah Akhir Pekan Dibuka Ambruk Saat USD Mendatar
Jum'at, 28 Juli 2017 - 10:23 WIB
Rupiah Akhir Pekan Dibuka Ambruk Saat USD Mendatar
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan hari ini dibuka ambruk, ketika kemarin sempat membaik. Pelemahan mata uang Garuda terjadi saat USD bergerak mendatar terhadap beberapa mata uang utama.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka merosot ke level Rp13.326/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih terbebani dari posisi sebelumnya di level Rp13.315/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, dibuka pada Rp13.322/USD atau menyusut dari penutupan kemarin pada posisi Rp13.318/USD. Tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.314-Rp13.331/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pagi bertengger di zona merah pada posisi Rp13.323/USD atau turun dibandingkan sebelumnya Rp13.317/USD. Pada perdagangan akhir pekan ini, rupiah bergerak dengan kisaran level Rp13.313-Rp13.326/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (28/7/2017) USD terlihat bergerak mendatar, sebelumnya pengumuman data pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama stabil di level 93.872, ketika kemarin sempat naik tipis 0,2%.
Sebelumnya greenback tenggelam pada posisi terendah dalam 13 bulan, terimbas pernyataan Federal Reserve yang tidak mengubah tingkat suku bunga acuan. Sedangkan euro adalah salah satu mata uang yang mendapatkan manfaat dari perkiraan Bank Sentral Eropa bakal melakukan pelonggaran moneter lebih cepat.
Mata uang umum terakhir naik 0,1% di level 1.1689 terhadap USD, jatuh sekitar 0,5 persen dalam semalam. Sementara Euro tetap berada dalam jalur positif untuk kenaikan mencapai sebesar 0,2% pada pekan ini.
Terhadap Yen Jepang, penurunan terjadi pada USD sebesar 0,15% di level 111.110. Kondisi ini berbandik terbalik dari hari sebelumnya yang mencetak keuntungan, meski tidak terlalu besar. Sepanjang pekan ini, USD berpeluang kehilangan 1,2% ketika Dolar Australia lebih tinggi 0,2% pada posisi 0,7979 saat melawan USD.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka merosot ke level Rp13.326/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih terbebani dari posisi sebelumnya di level Rp13.315/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, dibuka pada Rp13.322/USD atau menyusut dari penutupan kemarin pada posisi Rp13.318/USD. Tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.314-Rp13.331/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pagi bertengger di zona merah pada posisi Rp13.323/USD atau turun dibandingkan sebelumnya Rp13.317/USD. Pada perdagangan akhir pekan ini, rupiah bergerak dengan kisaran level Rp13.313-Rp13.326/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (28/7/2017) USD terlihat bergerak mendatar, sebelumnya pengumuman data pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama stabil di level 93.872, ketika kemarin sempat naik tipis 0,2%.
Sebelumnya greenback tenggelam pada posisi terendah dalam 13 bulan, terimbas pernyataan Federal Reserve yang tidak mengubah tingkat suku bunga acuan. Sedangkan euro adalah salah satu mata uang yang mendapatkan manfaat dari perkiraan Bank Sentral Eropa bakal melakukan pelonggaran moneter lebih cepat.
Mata uang umum terakhir naik 0,1% di level 1.1689 terhadap USD, jatuh sekitar 0,5 persen dalam semalam. Sementara Euro tetap berada dalam jalur positif untuk kenaikan mencapai sebesar 0,2% pada pekan ini.
Terhadap Yen Jepang, penurunan terjadi pada USD sebesar 0,15% di level 111.110. Kondisi ini berbandik terbalik dari hari sebelumnya yang mencetak keuntungan, meski tidak terlalu besar. Sepanjang pekan ini, USD berpeluang kehilangan 1,2% ketika Dolar Australia lebih tinggi 0,2% pada posisi 0,7979 saat melawan USD.
(akr)