Penyaluran BPNT Terkendala Data dan Kesiapan Infrastruktur

Senin, 31 Juli 2017 - 23:06 WIB
Penyaluran BPNT Terkendala...
Penyaluran BPNT Terkendala Data dan Kesiapan Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sepanjang periode Januari hingga Juni 2017 tercatat masih menghadapi kendala yang membuat penyaluran subsidi ini tidak berjalan mulus, sehingga membutuhkan perbaikan. Beberapa kendala yang ditemui di lapangan seperti akurasi data yang masih bermasalah dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Meski demikian, penyaluran dinilai baik oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), hal ini disebabkan produk yang selama ini diterima KPM merupakan produk yang berasal dari Perum Bulog. Hal ini berdasarkan riset Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) terhadap 36 e-warong dan 180 KPM di Menteng, Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung, pada 16 Juni-23 Juni 2017.

Ketua Pataka Yeka Hendra Fatika dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (31/7/2017) menjelaskan, riset menunjukkan bantuan masih belum tepat sasaran, masih banyak masyarakat yang belum terdaftar sebagai KPM, padahal layak. Selain itu belum ada mekanisme penyaluran bagi KPM yang sudah pindah alamat dan meninggal.

Selama penyaluran tersebut, petugas bank mendampingi E-Warong dalam melakukan transaksi. Namun masih banyak pelaksana E-Warong yang belum memahami bagaimana caranya menggunakan mesin EDC. "Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan pelatihan kepada pengelola E-Warong belum berjalan dengan baik, sehingga penyaluran KPM sangat tergantung pada kehadiran petugas dari Bank," ungkapnya.

Selain itu, bantuan yang dalam transaksinya menggunakan sistem elektronik, tetapi masih terkendala saldo rekening kosong, PIN terblok, mesin EDC rusak, gangguan sinyal, dan kartu ganda untuk satu KPM. Tahun ini penyaluran BPNT baru di 44 Kota. “Di kota-kota saja masih terjadi hal seperti ini, bagaimana nanti kalau diperluas ke luar wilayah perkotaan?," ujar Yeka akhir pekan lalu.

Sementara itu Kepala Sub Direktorat Bantuan Stimulan Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Kementerian Sosial Etty Rahmiati mengatakan, tahun depan rencananya BNPT akan diperluas ke 54 kota lainnya, sehingga total pada 2018 akan ada 98 kota yang ditargetkan menerima BPNT.

Dengan demikian, dari total masyarakat yang menerima subsidi sebesar 1.286.194 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun ini, bertambah 438.975 KPM di tahun depan menjadi 1.725.069 KPM. "Tahun 2018 akan bertambah 54 kota, jadi total 98 kota di 2018. Total KPMnya 1.725.069 penerima," ungkap Etty.

Akan tetapi, menurut Yeka, di lapangan tidaklah demikian, KPM tetap harus menerima produk yang tersedia, yaitu beras dan gula, dengan jumlah yang telah ditentukan. Untuk bantuan sebesar 110.000 rupiah, KPM menerima beras sebanyak 10 kilogram dan gula sebanyak 2 kilogram. "Kami (Pataka) mempertanyakan, kenapa produk yang ada di E-Warong, semuanya merupakan produk yang berasal dari Perum Bulog," tegas Yeka.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemprov DKI Gelontorkan...
Pemprov DKI Gelontorkan Rp17,18 Triliun untuk Program Bantuan Sosial
Ratusan Warga Jayanti...
Ratusan Warga Jayanti Tangerang Antre Bantuan Sosial Tunai
Protes Bantuan Sosial,...
Protes Bantuan Sosial, Puluhan Emak-emak Geruduk Kantor Kades Limbong
Kemensos Koordinasi...
Kemensos Koordinasi dengan Dinsos Daerah untuk Penyaluran BST Tahap II
Bantuan Sosial untuk...
Bantuan Sosial untuk Asrama Putri HKBP
Pj Gubernur Papua Salurkan...
Pj Gubernur Papua Salurkan Bantuan ke Mahasiswa dan Lembaga Keagamaan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved