IHSG Diramal Berada di Level 5.767-5.850
Rabu, 02 Agustus 2017 - 08:22 WIB
IHSG Diramal Berada di Level 5.767-5.850
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas dengan range pergerakan 5.767-5.850.
Lanjar mengatakan, secara teknikal IHSG terlihat pulled back pada upper bollinger bands sebelum break out support MA25 dan menguji bullish trend line.
"Pelemahan diperkuat pola dead-cross yang dialami indikator stochastic pada area jenuh beli meskipun RSI berada pada level middle oscillatornya," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/8/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup turun 35,73 poin sebesar -0,61% di level 5.805,21 dengan pelemahan dipimpin sektor konsumer dan penguatan dipimpin oleh sektor pertambangan, dimana naiknya harga batubara hingga lebih dari 5% pada awal sesi perdagangan menjadi faktor utama.
Tertekannya IHSG disinyalir melambatnya indeks kinerja Manufaktur yang rilis turun berkontraksi menjadi 48,6 dari 49,5 periode sebelumnya dengan ekpektasi naik 50,1 dan tingkat inflasi turun secara bulanan 0,22% dari 0,69%, sehingga menimbulkan spekulasi pada pertumbuhan PDB yang tidak sesuai perkiraan.
"Investor asing tercatat net sell pada papan regular sebesar minus Rp86,57 miliar dan papan negosiasi net buy Rp15,39 miliar," pungkasnya. Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya CPIN, ITMG, JPFA, CTRA, dan ASII.
Lanjar mengatakan, secara teknikal IHSG terlihat pulled back pada upper bollinger bands sebelum break out support MA25 dan menguji bullish trend line.
"Pelemahan diperkuat pola dead-cross yang dialami indikator stochastic pada area jenuh beli meskipun RSI berada pada level middle oscillatornya," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/8/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup turun 35,73 poin sebesar -0,61% di level 5.805,21 dengan pelemahan dipimpin sektor konsumer dan penguatan dipimpin oleh sektor pertambangan, dimana naiknya harga batubara hingga lebih dari 5% pada awal sesi perdagangan menjadi faktor utama.
Tertekannya IHSG disinyalir melambatnya indeks kinerja Manufaktur yang rilis turun berkontraksi menjadi 48,6 dari 49,5 periode sebelumnya dengan ekpektasi naik 50,1 dan tingkat inflasi turun secara bulanan 0,22% dari 0,69%, sehingga menimbulkan spekulasi pada pertumbuhan PDB yang tidak sesuai perkiraan.
"Investor asing tercatat net sell pada papan regular sebesar minus Rp86,57 miliar dan papan negosiasi net buy Rp15,39 miliar," pungkasnya. Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya CPIN, ITMG, JPFA, CTRA, dan ASII.
(ven)
Lihat Juga :