Ratusan Industri Tekstil Terimbas Kelangkaan Garam

Rabu, 02 Agustus 2017 - 16:10 WIB
Ratusan Industri Tekstil...
Ratusan Industri Tekstil Terimbas Kelangkaan Garam
A A A
BANDUNG - Ratusan industri tekstil di Jawa Barat mengkhawatirkan ketersediaan garam industri, menyusul kelangkaan stok garam lokal dalam beberapa hari terakhir. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menerangkan sejumlah industri tekstil mengaku was-was, pasca maraknya pemberitaan minimnya stok garam lokal.

Sekjen API Kevin Hartanto mengatakan, mereka khawatir minimnya stok garam menghambat proses pencelupan untuk kain polister dan katun. "Di Jabar industri tekstil yang sampai melakukan proses pencelupan mencapai ratusan. Saat ini, mereka khawatir pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan garam industri," kata Kevin di Bandung, Rabu (2/8/2017).

Menurut dia, garam menjadi proses penting pada industri tekstil. Garam menjadi campuran pada proses pencelupan, terutama kain jenis katun. Sementara untuk kain polister, kebutuhan garam tidak terlalu besar. Tanpa garam, proses pencelupan tidak bisa dilakukan.

Lebih lanjut diterangkan stok garam industri berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Industri skala besar, biasanya ketersediaan garamnya cukup untuk beberapa bulan ke depan. Namun industri tekstil menengah dan kecil, biasanya kemampuan stok hanya satu atau dua bulan.

Jawa Barat, saat ini menjadi tempat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Beberapa kawasan industri tekstil di Jabar di antaranya ada di Bandung raya, seperti Rancaekek, Majalaya, dan Bandung Barat.

"Beberapa pengusaha tekstil menelpon saya, mereka was-was pemerintah belum bisa memenuhi kebutuhan garam yang saat ini langka. Artinya, stok garam mereka mulai menipis. Jangan sampai, ini terus berlanjut dan industri tidak bisa berproduksi," beber dia.

Selama ini, lanjut dia, industri tekstil mendapatkan suplai garam dari pengusaha lokal. Mereka belum pernah mendapatkan garam impor. Sehingga mereka khawatir rencana importasi garam yang akan dilakukan pemerintah tidak segera memenuhi kebutuhan industri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prediksi Pertumbuhan...
Prediksi Pertumbuhan Industri Tekstil
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Berita Terkini
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
10 menit yang lalu
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
23 menit yang lalu
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
1 jam yang lalu
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
1 jam yang lalu
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
1 jam yang lalu
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
1 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved