IHSG Dibuka Berbalik Memerah Iringi Kejatuhan Bursa Asia
Kamis, 03 Agustus 2017 - 09:40 WIB
IHSG Dibuka Berbalik Memerah Iringi Kejatuhan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Kamis (3/8/2017) dibuka berbalik memerah, setelah kemarin sempat bertahan pada zona positif. Bursa saham Tanah Air pagi ini melemah 5,87 poin atau 0,10% ke level 5.818,38.
Pergerakan negatif IHSG di awal perdagangan jelang akhir pekan mengiringi kejatuhan mayoritas bursa utama Asia. Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup meningkat ke level 5.824,25 setelah mendapatkan tambahan 19,04 poin yang setara dengan 0,33%
Pagi ini sektor saham dalam negeri bergerak variatif dipimpin kejatuhan cukup dalam sektor infrastruktur 0.41% dan industri dasar yang minus 0,30%. Kenaikan tertinggi terjadi pada aneka industri sebesar 0,37% dan diikuti pertambangan dengan kenaikan tipis 0,14%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp37 miliar dengan 38 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp1,23 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp19,91 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp18,67 miliar. Tercatat 36 saham naik, 25 saham turun dan 59 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp925 menjadi Rp71.325, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp10.750 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) meningkat Rp150 menjadi Rp4.170.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) turun Rp125 menjadi Rp6.700, PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp50 menjadi Rp7.775 serta PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) berkurang Rp50 menjadi Rp5.325.
Di sisi lain seperti dilansir BBC, indeks Asia sebagian besar lebih rendah pada awal perdagangan setelah Dow Jones berakhir di atas level 22.000 ketika dolar Amerika Serikat (USD) mulai pulih, meski tidak terlalu terbesar dari posisi terendah terhadap euro. Indeks Nikkei Jepang tercatat turun 0,33% dan bursa saham Kospi di Korea Selatan jatuh 1,92%.
Di Australia, indeks ASX 200 meluncur 0,33% terimbas pelemahan sektor materials dan telekomunikasi saat sektor keuangan naik tipis 0,37%. Penurunan juga terjadi pada pasar saham Hong Song, Hang Seng yang kehilangan 0,48% sementara di daratan China cenderung mixed. Komposit Shanghai turun 0,01% dan komposit Shenzhen diperdagangkan lebih tinggi 0,049%.
Pergerakan negatif IHSG di awal perdagangan jelang akhir pekan mengiringi kejatuhan mayoritas bursa utama Asia. Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup meningkat ke level 5.824,25 setelah mendapatkan tambahan 19,04 poin yang setara dengan 0,33%
Pagi ini sektor saham dalam negeri bergerak variatif dipimpin kejatuhan cukup dalam sektor infrastruktur 0.41% dan industri dasar yang minus 0,30%. Kenaikan tertinggi terjadi pada aneka industri sebesar 0,37% dan diikuti pertambangan dengan kenaikan tipis 0,14%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp37 miliar dengan 38 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp1,23 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp19,91 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp18,67 miliar. Tercatat 36 saham naik, 25 saham turun dan 59 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp925 menjadi Rp71.325, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp10.750 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) meningkat Rp150 menjadi Rp4.170.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) turun Rp125 menjadi Rp6.700, PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp50 menjadi Rp7.775 serta PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) berkurang Rp50 menjadi Rp5.325.
Di sisi lain seperti dilansir BBC, indeks Asia sebagian besar lebih rendah pada awal perdagangan setelah Dow Jones berakhir di atas level 22.000 ketika dolar Amerika Serikat (USD) mulai pulih, meski tidak terlalu terbesar dari posisi terendah terhadap euro. Indeks Nikkei Jepang tercatat turun 0,33% dan bursa saham Kospi di Korea Selatan jatuh 1,92%.
Di Australia, indeks ASX 200 meluncur 0,33% terimbas pelemahan sektor materials dan telekomunikasi saat sektor keuangan naik tipis 0,37%. Penurunan juga terjadi pada pasar saham Hong Song, Hang Seng yang kehilangan 0,48% sementara di daratan China cenderung mixed. Komposit Shanghai turun 0,01% dan komposit Shenzhen diperdagangkan lebih tinggi 0,049%.
(akr)
Lihat Juga :