USD Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berakhir malah Lesu

Kamis, 03 Agustus 2017 - 17:06 WIB
USD Masih di Bawah Tekanan,...
USD Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berakhir malah Lesu
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup lesu meski tidak terlalu dalam pada saat USD masih di bawah tekanan di atas level terendahnya dalam 2,5 tahun.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.327/USD atau melemah dari penutupan kemarin di level di posisi Rp13.324/USD dengan kisaran harian Rp13.317-Rp13.335/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini di posisi Rp13.325/USD, atau melemah tipis dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.323/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.314-Rp13.341/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ditutup sedikit menguat ke level Rp13.340/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.345/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.330/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tergelincir dari posisi sebelumnya di level Rp13.331/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD di bawah tekanan di atas level terendah 2,5 tahun melawan euro pada sesi sebelumnya karena investor mempersiapkan data pekerjaan AS.

Indeks USD yang mengukur terhadap enam mata uang utama naik sekitar 0,1% menjadi 92,940. Kemarin indeks USD turun ke level 92,548, terlemah sejak Mei 2016.

"Ini akan membutuhkan data pekerjaan yang bagus (baca pada hari Jumat) untuk mengurangi beberapa sentimen bearish yang tumbuh di sekitar USD kecuali kita harus melihat USD terus diperdagangkan lebih rendah," kata Viraj Patel, ahli strategi FX di ING di London.

Meskipun pertumbuhan pendapatan AS pada kuartal kedua dua digit dan pertumbuhan gaji sektor swasta bulan lalu 178.000 lainnya, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve ketiga telah mereda dan pasar berjangka sekarang hanya melihat peluang 35% kenaikannya pada akhir 2017.

Penurunan USD telah mendorong euro menguat dengan mata uang tunggal yang menyentuh level tertinggi 2,5 tahun di level 1,1910 melawan USD pada hari Rabu. Itu diperdagangkan di bawah 1,1844 pada Kamis.

Poundsterling terhadap USD lebih tinggi di posisi 1,1323 sebelum keputusan kebijakan Bank Inggris di kemudian hari. Pasar berharap Bank Dunia telah mengubah lebih banyak lagi dovish setelah ledakan hawkishness pada Juni.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
56 menit yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
1 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
3 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
3 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
4 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved