Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka Melemah Tipis
Jum'at, 04 Agustus 2017 - 09:11 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka Melemah Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah tipis meski dalam beberapa detik kembali ke zona hijau. Bursa saham Tanah Air pagi ini melemah 4,32 poin atau 0,07% ke level 5.776,25.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup jatuh ke level 43,67 poin atau 0,75% ke level 5.780,58 saat kebanyakan bursa Asia memerah.
Pagi ini sektor saham dalam negeri mayoritas menguat dengan sektor industri dasar naik tertinggi 0,56% dan sektor yang melemah di yaitu perkebuna yang turun 0,63%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp17 miliar dengan 3 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,27 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp15,70 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp12,43 miliar. Tercatat 12 saham naik, 12 saham turun dan 21 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp425 menjadi Rp18.975, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp100 menjadi Rp13.425, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp75 menjadi Rp7.250.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp125 menjadi Rp10.350, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp75 menjadi Rp13.050, dan PT Unilevel Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp75 menjadi Rp47.625.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia pada perdagangan hari ini mixed (variatif) setelah bursa saham AS melakukan whipsaw semalam di belakang sebuah laporan bahwa penyelidikan khusus terhadap Presiden Donald Trump dan kampanyenya semakin intensif.
Di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,43% dengan sektor finansial turun 0,66%, dan diantara saham perbankan utama, saham Commonwealth Bank turun 2,88%. Laporan mengatakan bahwa badan intelijen keuangan pemerintah Australia menuduh bank tersebut melanggar undang-undang pencucian uang.
Menurut Sydney Morning Herald, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Australia menuduh bahwa bank tersebut mengizinkan ribuan simpanan tunai besar untuk dicuci melalui ATM-nya, termasuk kasus ketika bank tersebut percaya bahwa pelanggan tersebut mungkin membiayai terorisme, namun tidak segera melaporkannya ke Otoritas.
Di antara saham perbankan utama lainnya, ANZ turun 0,57%, saham Westpac turun 0,85% dan saham National Australia Bank juga mengalami pelemahan 0,2%.
Sementara, di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,45%, indeks Topix turun 0,41%, dan di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,55%.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup jatuh ke level 43,67 poin atau 0,75% ke level 5.780,58 saat kebanyakan bursa Asia memerah.
Pagi ini sektor saham dalam negeri mayoritas menguat dengan sektor industri dasar naik tertinggi 0,56% dan sektor yang melemah di yaitu perkebuna yang turun 0,63%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp17 miliar dengan 3 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,27 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp15,70 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp12,43 miliar. Tercatat 12 saham naik, 12 saham turun dan 21 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp425 menjadi Rp18.975, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp100 menjadi Rp13.425, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp75 menjadi Rp7.250.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp125 menjadi Rp10.350, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp75 menjadi Rp13.050, dan PT Unilevel Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp75 menjadi Rp47.625.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia pada perdagangan hari ini mixed (variatif) setelah bursa saham AS melakukan whipsaw semalam di belakang sebuah laporan bahwa penyelidikan khusus terhadap Presiden Donald Trump dan kampanyenya semakin intensif.
Di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,43% dengan sektor finansial turun 0,66%, dan diantara saham perbankan utama, saham Commonwealth Bank turun 2,88%. Laporan mengatakan bahwa badan intelijen keuangan pemerintah Australia menuduh bank tersebut melanggar undang-undang pencucian uang.
Menurut Sydney Morning Herald, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Australia menuduh bahwa bank tersebut mengizinkan ribuan simpanan tunai besar untuk dicuci melalui ATM-nya, termasuk kasus ketika bank tersebut percaya bahwa pelanggan tersebut mungkin membiayai terorisme, namun tidak segera melaporkannya ke Otoritas.
Di antara saham perbankan utama lainnya, ANZ turun 0,57%, saham Westpac turun 0,85% dan saham National Australia Bank juga mengalami pelemahan 0,2%.
Sementara, di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,45%, indeks Topix turun 0,41%, dan di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,55%.
(izz)
Lihat Juga :