Pemerintah Didesak Turun Tangan Atasi Impor Tembakau

Minggu, 06 Agustus 2017 - 22:14 WIB
Pemerintah Didesak Turun...
Pemerintah Didesak Turun Tangan Atasi Impor Tembakau
A A A
JAKARTA - Para petani tembakau Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) khawatir terhadap upaya impor para pengusaha rokok. Mereka mendesak pemerintah secepatnya mengeluarkan pembatasan impor tembakau.

"Ada kelhawatiran darai petani, bila impor tembakau tidak dibatasi," ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTI Suseno saat dihubungi SINDOnews, Jakarta, Minggu (6/8/2017).

Pihaknya mengakui, ada banyak faktor hingga petani tidak dapat memenuhi permintaan tembakau untuk industri rokok nasional. Yaitu cuaca yang tidak menentu dan ada kekurangan lahan untuk tanaman tembakau.

"Cuaca yang seharusnya musim kering, tetapi masih hujan akibat la nina. Akibatnya, di daerah-daerah gagal panen tembakau. Paling hanya Madura, Jember dan Lumajang yang panen," katanya.

Selain itu, lahan pertanian tembakau nasional hanya tinggal kisaran 210 ribu hektare (ha). Jika satu ha hanya menghasilkan 1 ton tembakau, maka total produksi nasional hanya 210 ribu ton.

"Berarti kurang, karena kebutuhan industri rokok nasional mencapai 350 ribu ton tembakau per tahun," ujar dia.

Kendati demikian, lanjut Suseno, tidak bisa dibiarkan dengan membuka keran impor tembakau seluas-luasnya, karena petani tembakau nasional yang dirugikan. Maka, pihaknya meminta pemerintah secepatnya turun tangan dengan membuat aturan impor tembakau demi menjaga harga tembakau nasional.

"Memang dari sisi kualitas tembakau nasional masih di atas rata-rata negara lain. Tetapi, tembakau impor bisa langsung pakai. Sedangkan tembakau nasional masih perlu permentasi 3-4 tahun untuk dapat hasil yang bagus. Sehingga, pengusaha rokok lebih memilih impor," tuturnya.

Kondisi saat ini membuat petani sangat diuntungkan, di mana permintaan tembakau banyak dan ketersediaan terbatas. Akibatnya, harga tembakau melambung Rp60 ribu per kilogram (kg), padahal bisanya hanya Rp40 ribu per kg.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Muncul Wacana Iklan...
Muncul Wacana Iklan Rokok Bakal Dihapus Bikin Was-was Industri Tembakau
Revisi Aturan Rokok...
Revisi Aturan Rokok Tidak Urgen: Apa Artinya Jika Industri Tembakau Dimatikan
Gelombang Penolakan...
Gelombang Penolakan Kenaikan Cukai Rokok di 2021 Makin Besar
Curhat Pekerja Rokok...
Curhat Pekerja Rokok Tembakau Tercekik Kenaikan Cukai di Tengah Pandemi
Produksi Tembakau Olahan...
Produksi Tembakau Olahan Diproyeksikan Merosot 16%
Jeritan Petani Tembakau...
Jeritan Petani Tembakau Saat Cukai Rokok Dikabarkan Naik 19%
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
2 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
2 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
3 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
3 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved