Sasar Buruh Migran, BNI Siap Perluas Kartu Pekerja Indonesia

Selasa, 08 Agustus 2017 - 00:11 WIB
Sasar Buruh Migran,...
Sasar Buruh Migran, BNI Siap Perluas Kartu Pekerja Indonesia
A A A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) siap memberikan pelayanan perbankan secara menyeluruh kepada para buruh migran asal Indonesia, atau yang lebih dikenal sebutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Baik yang akan berangkat bekerja maupun yang sedang bekerja di luar negeri serta bagi yang telah purna TKI, BNI telah siap terbitkan Kartu Pekerja Indonesia (KPI) co-branding; Penggunaan Layanan Cash Management dan Pemberian Fasilitas Kredit kepada Tenaga Kerja Indonesia.

“Manfaat dari kartu ini juga tidak hanya untuk TKI berada di Luar Negeri saja, namun juga akan bermanfaat saat TKI kembali ke tanah air, karena dengan telah terdaftar sebagai pemegang Kartu KPI, database TKI dimaksud secara otomatis sudah tercatat di BNI," ujar Direktur Hubungan Lembaga dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati di Jakarta, Senin (7/8).

Ia menambahkan ada beragam keuntungan yang bisa didapatkan TKI dari Kartu Pekerja Indonesia (KPI) di antaranya dapat memperoleh penawaran berbagai jasa layanan perbankan lainnya sesuai dengan kebutuhan TKI dan keluarganya di Indonesia. Selain itu kemudahan yang diberikan BNI di antaranya seperti pinjaman modal kerja untuk usaha atau kredit kepemilikan rumah dengan bunga yang sangat kompetitif.

Lebih lanjut diterangkan KPI merupakan kartu identitas untuk Tenaga Kerja Indonesia yang berbasis Kartu Debit atau yang biasa disebut dengan Kartu ATM. KPI memiliki banyak manfaat, yaitu memudahkan para pekerja Indonesia di Luar Negeri dalam mengakses informasi terkait ketenagakerjaan serta menjadi kartu perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kartu yang sama juga berfungsi sebagai kartu anjungan tunai mandiri (ATM) karena diterbitkan sebagai kartu Co-Branding Berbasis Kartu Debit BNI. Sehingga pemegang KPI ini mendapatkan kemudahan bertransaksi perbankan dengan ATM BNI maupun bank lain di dalam dan luar negeri, bertransaksi dengan SMS Banking dan mobile banking, transaksi belanja di mesin electronic data capture (EDC), serta sarana kiriman uang ke Indonesia dengan biaya yang bersaing.

Terhitung mulai 1 Agustus 2017, transformasi sistem asuransi untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang semula dikelola oleh Konsorsium Asuransi TKI ke Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan, resmi diberlakukan. Dengan demikian BPJS Ketenagakerjaan dapat berperan lebih dalam melindungi TKI, sehingga TKI akan lebih banyak mendapatkan manfaat jika mengalami kecelakaan kerja, mulai sebelum berangkat, saat di luar negeri, sampai pasca menjadi TKI.

Melalui perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, nantinya TKI ini wajib terdaftar di dalam 2 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM), dan ada program tambahan Jaminan Hari Tua (JHT), yang dapat menjadi tabungan para TKI disaat memasuki usia tua.

BNI dan BNP2TKI akan mendukung program tersebut dengan menyediakan KPI yang berfungsi sebagai kartu tanda kepesertaan Asuransi, nantinya TKI yang telah memiliki KPI akan lebih mudah membayarkan premi BPJS Ketenagakerjaan melalui fasilitas mobile banking BNI dimanapun dan kapanpun.

“Saat ini BNI telah menerbitkan Kartu Pekerja Indonesia khusus untuk Tenaga Kerja Indonesia di Negara Singapura dan Hong Kong, ke depannya bersama dengan BNP2TKI, BNI akan menjadikan Kartu Pekerja Indonesia tersebut dapat di manfaatkan oleh Tenaga Kerja Indonesia di seluruh Dunia," ujarnya.

"BNP2TKI dan BPJS ketenagakarjaan menggandeng BNI dalam Penerbitan KPI dan mendukung Program Jaminan Sosial untuk Tenaga Kerja Indonesia karena BNI merupakan bank nasional yang memiliki jaringan Internasional terluas dengan tujuh kantor cabang luar negeri,” sambungnya.

Di sisi lain dengan adanya nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan, menunjukkan bahwa BNI juga berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan dalam rangka mendukung Program Jaminan Sosial kepada Tenaga Kerja Indonesia baik yang akan berangkat ke luar negeri maupun yang sudah bekerja di luar negeri melalui jaringan Internasional yang dimiliki oleh BNI.

Saat ini BNI telah memiliki tujuh kantor cabang luar negeri yaitu di London, New York, Tokyo, Singapura, Hong Kong, Korea Selatan dan Myanmar serta kantor maupun representative yang khusus melayani kebutuhan perbankan TKI, yaitu dua Limited Purpose Branch di Singapura, BNI Remittance Limited di Hong Kong dan juga Representative Remittance yang tersebar di Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Taiwan, Belanda dan Amerika Serikat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
Bukti Negara Hadir,...
Bukti Negara Hadir, BPJS Ketenagakerjaan Kunjungi Penerima RTW
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved