Bangun Kereta Cepat, WIKA Relokasi Komplek TNI AU

Selasa, 08 Agustus 2017 - 13:45 WIB
Bangun Kereta Cepat,...
Bangun Kereta Cepat, WIKA Relokasi Komplek TNI AU
A A A
JAKARTA - Proses pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dimulai dari titik 0 di Halim Perdanakusuma. Sebelum dibangun, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai salah satu anggota konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan merelokasi komplek TNI AU terlebih dahulu.

Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo mengatakan, sedang mengerjakan proses pemindahan komplek perumahan TNI AU tersebut secara keseluruhan. Sehingga, semua prajurit bisa dapat hunian pengganti dari yang di Halim Perdanakusuma.

"Sementara ini sudah jalan, kita berbeda lokasinya dengan yang lain seperti kerjakan LRT di pinggir tol. Kita relokasi perumahan AURI untuk stasiun dan depo kita di Halim, kita pindahkan lokasi di tempat yang baru," kata dia di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Menurutnya, lokasi relokasi perumahan TNI AU ini diisi 408 unit rumah. Sedangkan, jumlah yang ada di Halim Perdanakusuma hanya 250 unit.

"Begitu mereka pindah dari Halim kilometer 0, kalau arah Cikampek sebelum Universitas Borobudur ada komplek AURI, Trikora sedang dibuat relokasi 408 unit rumah, yang kena (di Halim) 250 unit tapi kita relokasi 408 unit dengan rincian 1 mess perwira dengan 40 kamar, 1 mess untuk wanita, dan 1 lagi stadion bola," tuturnya.

Sementara, Bintang menambahkan, jumlah nilai investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak berubah masih sebesar USD5,9 miliar. Di Mana, 80 persennya dibiayai dari China atau sebanyak USD4,7 miliar.

"Nilai proyek USD5,9 miliar tidak berubah. Uang yang masuk (dari China) untuk bangun koridor Jakarta-Bandung 80% dari USD5,9 miliar. Uangnya masuk ke sini, apa yang kita khawatirkan? Mereka nilai ini punya prospek, CDB sudah tandatangan semua, syarat yang diminta terhadap peminjam b to b tanpa jaminan pemerintah dan APBN juga sudah dipenuhi persyaratan yang begitu ketat," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boncos Rp1,8 Triliun,...
Boncos Rp1,8 Triliun, WIKA Bakal Ditarik dari Proyek Whoosh
WIKA Keseret-seret Pembengkakan...
WIKA Keseret-seret Pembengkakan Biaya Pembangunan Kereta Cepat
Biaya Kereta Cepat Membengkak,...
Biaya Kereta Cepat Membengkak, Porsi Saham RI Akan Dikurangi?
Polisi Segera Panggil...
Polisi Segera Panggil PT Wika Terkait Pencurian 111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Garap Proyek Konstruksi,...
Garap Proyek Konstruksi, Waskita Beton Gandeng Perusahaan Jepang
Perencanaan Semrawut,...
Perencanaan Semrawut, Proyek Whoosh Rugikan WIKA Rp7,12 Triliun
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
12 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
33 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
51 menit yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
1 jam yang lalu
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved