Destinasi Pariwisata Nusantara Belum Maksimal Dieksplorasi

Rabu, 09 Agustus 2017 - 22:12 WIB
Destinasi Pariwisata...
Destinasi Pariwisata Nusantara Belum Maksimal Dieksplorasi
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla terus berkomitmen untuk menggenjot sektor pariwisata di Indonesia. Sayangnya, tidak sedikit destinasi pariwisata di berbagai daerah belum tereksplorasi maksimal. Karena hal itu Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berkolaborasi lebih intens.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan, tidak sedikit destinasi pariwisata di berbagai daerah Indonesia memiliki daya pikat yag menarik. Namun Ia menilai pemerintah belum maksimal untuk mengeksplorasi destinasi di pelosok daerah. "Seperti di pantai Nihiwatu, Nusa Tenggara Timur (NTT) ada hotel terbaik di dunia ada di sana," ujar Anang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Belum lama ini Ia menerangkan telah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Indonesia Timur. Selain di NTT, Anang juga mengunjungi NTB serta Bali. "Kesimpulan yang bisa saya ambil, masih banyak destinasi di daerah-daerah yang belum tereksplorasi dengan maksimal," sambungnya.

Lalu Anang juga menyinggung persoalan pariwisata di kota kelahirannya Jember Jawa Timur. Menurut dia, destinasi baru di Jember belakangan mengalami perkembangan yang luar biasa. Namun sambung Ia, pemerintah daerah masih belum memaksimalkan potensi pariwisata baik yang lama maupun yang baru.

"Jember identik dengan Watu Ulo atau Pantai Papuma. Sayangnya tempat pariwisata tersebut tidak mengalami perkembangan signifikan. Persoalan infraatruktur, konektivitas dengan pelaku UKM juga belum terajut dengan baik. Sedangkan saat ini makin banyak destinasi baru yang juga potensial," tambah Anang.

Oleh karenanya, Ia mendesak pemerintah pusat agar melakukan supervisi terhadap pemerintah daerah yang memiliki potensi destinasi pariwisata agar terjadi akselerasi di sektor pariwisata. "Pemerintah Daerah juga harus melakukan inovasi dan lebih kreatif lagi. Sektor pariwisata jika digarap serius akan memberi dampak ekonomi di daerah," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
9 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
10 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
12 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
13 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
14 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
16 jam yang lalu
Infografis
Ojol Dipastikan Dapat...
Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM, Taksi Online Belum Jelas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved