Rupiah Diprediksi Bergerak di Rp13.294-Rp13.338
Kamis, 10 Agustus 2017 - 09:00 WIB
Rupiah Diprediksi Bergerak di Rp13.294-Rp13.338
A
A
A
JAKARTA - Melonjaknya laju JPY yang memanfaatkan pelemahan pada USD seiring belum jelasnya waktu kenaikan tingkat suku bunga The Fed, membuat permintaan akan JPY mengalami peningkatan.
Selain itu, pelaku pasar juga bereaksi atas peningkatan tensi geopolitik di Semenanjung Korea setelah dilakukannya uji coba peluncuran rudal di tengah ancaman AS yang akan menyerang Korea Utara untuk menghentikan program rudal nuklirnya.
Kondisi ini pun juga turut meningkatkan permintaan akan mata uang safe heaven, JPY, di pasar spot valas Asia. Di sisi lain, laju rupiah yang diharapkan dapat kembali melanjutkan kenaikannya, kini kembali terkena aksi jual sehingga berbalik melemah.
Adanya perkiraan defisit transaksi berjalan di triwulan II 2017 yang lebih rendah dari 2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) oleh BI turut memberikan sentimen negatif sehingga menutup sentimen positif dari rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2017, yang naik dan memberi harapan terhadap perbaikan ekonomi domestik.
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pergerakan laju rupiah yang mencoba untuk naik tampaknya harus kembali diuji ketahanannya, seiring masih adanya potensi variatif pada laju rupiah.
"Momentum pelemahan USD diharapkan dapat direspons positif pelaku pasar, dimana rupiah juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali bergerak menguat," ujarnya, Kamis (10/8/2017).
Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan rupiah tersebut dan membuat laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya. Reza memperkirakan rupiah akan bergerak dengan support Rp13.338 dan resisten Rp13.294 per USD.
Selain itu, pelaku pasar juga bereaksi atas peningkatan tensi geopolitik di Semenanjung Korea setelah dilakukannya uji coba peluncuran rudal di tengah ancaman AS yang akan menyerang Korea Utara untuk menghentikan program rudal nuklirnya.
Kondisi ini pun juga turut meningkatkan permintaan akan mata uang safe heaven, JPY, di pasar spot valas Asia. Di sisi lain, laju rupiah yang diharapkan dapat kembali melanjutkan kenaikannya, kini kembali terkena aksi jual sehingga berbalik melemah.
Adanya perkiraan defisit transaksi berjalan di triwulan II 2017 yang lebih rendah dari 2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) oleh BI turut memberikan sentimen negatif sehingga menutup sentimen positif dari rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2017, yang naik dan memberi harapan terhadap perbaikan ekonomi domestik.
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pergerakan laju rupiah yang mencoba untuk naik tampaknya harus kembali diuji ketahanannya, seiring masih adanya potensi variatif pada laju rupiah.
"Momentum pelemahan USD diharapkan dapat direspons positif pelaku pasar, dimana rupiah juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali bergerak menguat," ujarnya, Kamis (10/8/2017).
Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan rupiah tersebut dan membuat laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya. Reza memperkirakan rupiah akan bergerak dengan support Rp13.338 dan resisten Rp13.294 per USD.
(ven)