Pabrik Pesawat Terbang Beroperasi di Bandung

Kamis, 10 Agustus 2017 - 14:04 WIB
Pabrik Pesawat Terbang...
Pabrik Pesawat Terbang Beroperasi di Bandung
A A A
BANDUNG - Industri manufaktur kedirgantaraan internasonal, Jabil dan UTC Aerospace Systems mulai mengoperasikan pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Gedebage, Bandung, hari ini. Kedua perusahaan ini menginvestasikan sekitar USD100 juta untuk pabrik di Bandung.

Wakil Presiden Business Unit Global Jabil Bill Frake mengatakan, kehadirannya di Bandung merupakan yang pertama di Indonesia. Selama ini, Jabil telah ada di 27 negara dan Indonesia menjadi negara ke-28.

"Investasi kami untuk fasilitas ini antara USD40-USD50 juta. Dan itu akan terus bertambah seiring perkembangan ke depan," kata Frake usai peresmian fasilitas industri kedirgantaraan di Kota Bandung, Kamis (10/8/2017).

Menurutnya, fasilitas tersebut terintegrasi antara Jabil dan UTC Aerospace. Menggunakan lahan seluas 6,3 hektare (ha) dengan tenaga kerja lebih dari 100 orang. Untuk Jabil, saat ini masih dalam proses instalasi mesin dan diharapkan pada September tahun ini sudah mulai berproduksi.

Nantinya, kedua perusahaan tersebut akan memproduksi komponen pesawat terbang untuk Airbus dan Boeing. Beberapa komponen yang diproduksi misalnya valve, fitting, plate, small housing, gear shell, dan lainnya.

"Kami menggunakan teknologi canggih bertaraf internasional. Mesin yang kami pakai cukup kompleks, untuk menghasilkan presisi yang baik," jelas dia.

Dipilihnya Bandung dan Indonesia sebagai tempat investasi karena ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Di Bandung banyak perguruan tinggi teknik yang mampu menghasilkan tenaga kerja terampil.

"Bandung menjadi lokasi yang bagus. Dukungan pemerintah pada industri kami pun cukup positif," imbuhnya.

Sementara, Vice President Global Operations UTC Aerospace Systems Marks Stevens mengatakan, perusahannya pada dasarnya telah beroperasi sekitar 20 tahun di Indonesia. Namun selama ini bekerja sama dan beroperasi di PT Pindad.

"Saat ini kami mengembangkan sendiri. Mesin-mesin yang selama ini sudah ada di PT Pindad, kami pindahkan ke fasilitas kami," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Turbulensi...
Mengenal Turbulensi di Pesawat, Bisakah Bikin Kecelakaan?
Turbulensi Pesawat:...
Turbulensi Pesawat: Mengapa Ancaman Langit Ini Semakin Sering Terjadi?
10 Pesawat Ini Nekat...
10 Pesawat Ini Nekat Terbang dengan Mesin Pemotong Rumput, Bikin Kiamat Hukum Fisika!
Duh! Kalau Pesawat Jatuh,...
Duh! Kalau Pesawat Jatuh, Duduk di Mana Biar Selamat? Ini Kata Peneliti!
5 Negara yang Telah...
5 Negara yang Telah Menggunakan Pesawat Tempur Rafale, Indonesia Menyusul?
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Latih Tecnam P2006T yang Jatuh di BSD
Berita Terkini
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
10 menit yang lalu
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
4 jam yang lalu
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
12 jam yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
12 jam yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
12 jam yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved