Rupiah Berpeluang Melemah
Jum'at, 11 Agustus 2017 - 09:01 WIB
Rupiah Berpeluang Melemah
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah diperkirakan masih berpeluang melanjutkan pelemahan mengikuti pergerakan sebelumnya.
Meski terdapat potensi kenaikan, namun hal ini cenderung sesaat, dimana pelaku pasar masih melihat minimnya sentimen positif yang dapat secara signifikan mengangkat rupiah meski terdapat berita positif dari rencana pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan XVI dan optimisme Menkeu Sri Mulyani, akan tercapainya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (11/8/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.355/USD dan resisten Rp13.326/USD.
Sementara, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan. Masih tingginya permintaan atas mata uang safe haven membuat laju rupiah masih terlihat tertekan.
Jika sebelumnya pelaku pasar melirik JPY dan Swiss Franc ke dalam portofolio mata uang safe haven, kali ini pelaku pasar kembali masuk ke dalam mata uang USD.
Hal ini diasumsikan bahwa dengan meningkatnya potensi ketegangan di Semenanjung Korea maka para pemilik dana akan merepatriasikan dananya ke dalam mata uang asing, yaitu USD.
"Belum lagi sentimen dari New Zealand Dollar (NZD), di mana bank sentralnya berpeluang menaikan suku bunganya karena potensi naiknya inflasi di negara tersebut. Akibatnya laju rupiah kehilangan momentum untuk berbalik menguat," pungkasnya.
Meski terdapat potensi kenaikan, namun hal ini cenderung sesaat, dimana pelaku pasar masih melihat minimnya sentimen positif yang dapat secara signifikan mengangkat rupiah meski terdapat berita positif dari rencana pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan XVI dan optimisme Menkeu Sri Mulyani, akan tercapainya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (11/8/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.355/USD dan resisten Rp13.326/USD.
Sementara, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan. Masih tingginya permintaan atas mata uang safe haven membuat laju rupiah masih terlihat tertekan.
Jika sebelumnya pelaku pasar melirik JPY dan Swiss Franc ke dalam portofolio mata uang safe haven, kali ini pelaku pasar kembali masuk ke dalam mata uang USD.
Hal ini diasumsikan bahwa dengan meningkatnya potensi ketegangan di Semenanjung Korea maka para pemilik dana akan merepatriasikan dananya ke dalam mata uang asing, yaitu USD.
"Belum lagi sentimen dari New Zealand Dollar (NZD), di mana bank sentralnya berpeluang menaikan suku bunganya karena potensi naiknya inflasi di negara tersebut. Akibatnya laju rupiah kehilangan momentum untuk berbalik menguat," pungkasnya.
(ven)