IPW Kritik Perpanjangan Kontrak JICT

Jum'at, 11 Agustus 2017 - 11:19 WIB
IPW Kritik Perpanjangan...
IPW Kritik Perpanjangan Kontrak JICT
A A A
JAKARTA - Direktur Indonesia Port Watch (IPW) Syaiful Hasan menyayangkan pernyataan Menteri BUMN Rini Soemarno terkait dukungannya terhadap perpanjangan kontrak JICT yang disampaikan beberapa waktu lalu. Pasalnya, perpanjangan kontrak tersebut tanpa seizinnya atau RUPS Menteri.

"Alasan Rini, perpanjangan kontrak JICT sangat menguntungkan semua pihak. Padahal, kerugian negara dari kurangnya uang muka perpanjangan kontrak mencapai sedikitnya Rp4,08 triliun sesuai hasil audit investigatif BPK yang dirilis 6 Juni 2017," kata Syaiful dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Selain itu, terkait penambahan uang muka perpanjangan kontrak JICT USD15 juta tanpa ada perubahan termin komersil yang sudah disepakati Pelindo II dan Hutchison. Karena itu, IPW mempertanyakan, untuk apa penambahan tersebut.

Menurutnya, pernyataannya soal target pesangon 10 tahun pekerja JICT yang melakukan mogok, menjadi pertanyaan tersendiri, kenapa selevel Menteri BUMN mengurusi sampai teknis anak perusahaan?. "Bukankah ada deputi, asisten deputi, komisaris, direktur induk perusahaan dan direktur teknis pembinaan anak usaha?" kata Syaiful.

IPW juga mempertanyakan sikap Rini yang dinilai tidak tegas soal indikasi berbagai pelanggaran GCG dan tindakan kontraproduktif Direksi Pelindo II yang membiarkan direksi anak perusahaannya.

Direksi JICT baik perwakilan dari Hutchison maupun Pelindo II bersama para komisaris dipandang seolah berkolaborasi melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif dan melanggar aturan serta GCG perusahaan.

Misalnya, membiarkan mogok kerja selama lima hari dengan kerugian perusahaan dan pengguna jasa mencapai ratusan milyar rupiah. Selain itu, ancaman stagnasi perekonomian nasional dan kelambatan pelayanan akibat tidak andalnya produktivitas pelabuhan yang mendapat limpahan akibat mogok pekerja JICT.

Dia menilai, mogok pekerja tidak terlepas dari episode panjang pekerja yang menolak perpanjangan kontrak JICT. Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN seolah berusaha cari jalan langgengkan Hutchison di JICT daripada mengulang semua proses perpanjangan kontrak agar sesuai aturan.

"Mogok JICT menjadi pembelajaran bahwa adanya pihak-pihak yang telah melakukan rencana sistematis dengan sasaran pekerja JICT dan terguncangnya perekonomian nasional," kata Syaiful.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berikan Pendidikan untuk...
Berikan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah, JICT Raih 2 Penghargaan ISDA 2021s
Tanggap Perubahan Iklim...
Tanggap Perubahan Iklim dan SDGS, JICT Gelar Semiloka Lingkungan Hijau
Pakai Teknologi Modern,...
Pakai Teknologi Modern, JICT Tambah Fasilitas Bongkar Muat dengan 2 Quay Crane Baru
JICT Tanjung Priok,...
JICT Tanjung Priok, Pelabuhan Pertama Peraih Sertifikasi ISO 22301
Ujung Tombak Perekonomian...
Ujung Tombak Perekonomian RI, Volume JICT 2024 Tembus 2,2 Juta TEUS
JICT Komitmen Persingkat...
JICT Komitmen Persingkat Waktu Singgah Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Kontrak di Tokyo Verdy...
Kontrak di Tokyo Verdy Akan Berakhir, Ini 3 Calon Klub Baru Arhan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved