Rupiah Sesi Pagi Dibuka Perkasa, Yen Tak Berdaya Lawan USD

Senin, 14 Agustus 2017 - 10:23 WIB
Rupiah Sesi Pagi Dibuka...
Rupiah Sesi Pagi Dibuka Perkasa, Yen Tak Berdaya Lawan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka semakin perkasa, setelah sempat anjlok pada penutupan akhir pekan kemarin. Penguatan mata uang Garuda terjadi saat Yen Jepang tak berdaya menghadapi tekanan dari USD.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka membaik ke level Rp13.344/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.370/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi ini juga berada dalam jalur positif di level Rp13.338/USD atau jauh lebih baik dari posisi penutupan akhir kemarin yang berada di level Rp13.365/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, dibuka pada level Rp13.349/USD atau sedikit menguat dibanding kemarin di posisi Rp13.361/USD. Rupiah pagi ini berdasarkan Bloomberg bergerak pada kisaran harian Rp13.339-Rp13.351/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pagi menanjak ke posisi Rp13.355/USD atau menguat dari penutupan sebelumnya Rp13.368/USD. Rupiah awal pekan ini bergerak dengan kisaran level Rp13.333- Rp13.358/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Senin (14/8/2017) USD lebih tinggi terhadap Yen Jepang untuk mengawali pekan ini dengan catatan menghijau. Mata uang Negeri Paman Sam meningkat tipis seiringi ketegangan yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang diperkirakan hanya jangka pendek.

Selain kekhawatiran atas risiko geopolitik, dolar akhir pekan kemarin juga berada di bawah tekanan setelah data inflasi yang mendatar dapat menimbulkan harapan Federal Reserve alias Bank Sentral AS untuk menikkan suku bunga acuan sekali lagi tahun ini.

Tercatat USD naik 0,1% terhadap Yen ke posisi 109,29 atau merayap dari posisi terendah akhir pekan kemarin, Jumat di level 108.72 yen, atau greenback tingkat terendah sejak April 19. Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara, yang dipicu falls di aset berisiko minggu, terlihat mungkin menjadi point utama bagi pasar dalam waktu dekat.

"Ketidakpastian ini tidak akan hilang dalam waktu dekat. Dolar saat ini berada di kisaran 108 yen dan 115 yen. Jika ketegangan meningkat lebih lanjut, maka akan ada peningkatan risiko penurunan tingkat di bawah 108 terhadap yen," ujar Ahli Strategi mata uang Mizuho Securities Masafumi Yamamoto di Tokyo.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama berada pada level 93.096, usai tergelincir sekitar 0,3% pada Jumat, kemarin. Sedangkan euro meningkat 0,1% menjadi 1.1824 saat melawan USD.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
57 menit yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
3 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
5 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
5 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
8 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved