IHSG Berakhir Bertambah 33,55 Poin, Bursa Asia Menanjak Naik
Selasa, 15 Agustus 2017 - 16:41 WIB
IHSG Berakhir Bertambah 33,55 Poin, Bursa Asia Menanjak Naik
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menghijau untuk meneruskan tren positif sepanjang hari. Bursa saham dalam negeri ditutup menguat ke level 5.835,04 dengan tambahan 33,55 poin atau 0,58% ketika bursa Asia secara keseluruhan lebih tinggi.
Pada sesi siang tadi, IHSG melesat 20,81 yang setara dengan 0,36% menjadi 5.822,30 ketika pagi tadi dibuka menanjak naik 13,83 poin atau 0,24% ke level 5.815,32. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup membaik di posisi 5.801,49 dengan peningkatan 35,35 poin atau 0,61%.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu konsumen yang menanjak 1,03% sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada sektor aneka industri yang jatuh 0,22%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,71 triliun dengan 10,32 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp65,46 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,62 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,68 triliun. Tercatat sebesar 203 saham menguat, 142 saham melemah dan 124 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp525 menjadi Rp67.325, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) bertambah Rp175 menjadi Rp6.900 dan PT Indospring Tbk. (INDS) naik Rp110 menjadi Rp1.070.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) turun Rp300 menjadi Rp5.000, PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) menyusut Rp200 ke posisi Rp5.000 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) berkurang Rp190 menjadi Rp3.360.
Seperti dilansir CNBC, Selasa (15/8/2017) ekuitas Asia ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan hari ini untuk mengiringi penguatan Wall Street seiring meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Korea Utara (Korut). Tercatat indeks Nikkei Jepang meningkat sebesar 1,11% atau 216,21 poin menjadi 19.753,31 ketika greenback menguat terhadap Yen.
Sedangkan bursa saham Australia ASX 200 berada di bawah tekanan, meski naik tipis 0,47% atau 27,093 poin dan berakhir di level 5.757,500 ditopang keuntungan teknologi informasi serta layanan telekomunikasi. Ditambah raihan positif investasi real estate di Australia saat sub indeks keuangan memperoleh tambahan mencapai 0,45%.
Pasar saham China yang lebih besar juga cenderung terus menanjak lebih tinggi, dengan Indeks Hang Seng di Hong Kong sempat menguat 0,30% namun hingga perdagangan sore memerah ke level 27.174,96 dengan kehilangan 75,27 atau 0,28%. Sementara komposit Shanghai naik 0.44% atau 14,28 poin untuk mengakhiri di posisi 3.251,64 dan komposit Shenzhen merangkak membaik 0,40% atau 7,51 poin pada level 1.887,28.
Di sisi lain pasar saham India dan Korea Selatan ditutup karena hari libur. Keuntungan di Asia datang setelah indeks utama Amerika Serikat menutup perdagangan awal pekan secara signifikan lebih tinggi ketika investor masih memantau kondisi geopolitik ketegangan yang terjadi antara AS dan Korsel. Dow Jones industrial average memperoleh tambahan 0,62% atau 135,39 poin, untuk berakhir pada level 21.993,71.
Pada sesi siang tadi, IHSG melesat 20,81 yang setara dengan 0,36% menjadi 5.822,30 ketika pagi tadi dibuka menanjak naik 13,83 poin atau 0,24% ke level 5.815,32. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup membaik di posisi 5.801,49 dengan peningkatan 35,35 poin atau 0,61%.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu konsumen yang menanjak 1,03% sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada sektor aneka industri yang jatuh 0,22%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,71 triliun dengan 10,32 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp65,46 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,62 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,68 triliun. Tercatat sebesar 203 saham menguat, 142 saham melemah dan 124 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp525 menjadi Rp67.325, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) bertambah Rp175 menjadi Rp6.900 dan PT Indospring Tbk. (INDS) naik Rp110 menjadi Rp1.070.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) turun Rp300 menjadi Rp5.000, PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) menyusut Rp200 ke posisi Rp5.000 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) berkurang Rp190 menjadi Rp3.360.
Seperti dilansir CNBC, Selasa (15/8/2017) ekuitas Asia ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan hari ini untuk mengiringi penguatan Wall Street seiring meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Korea Utara (Korut). Tercatat indeks Nikkei Jepang meningkat sebesar 1,11% atau 216,21 poin menjadi 19.753,31 ketika greenback menguat terhadap Yen.
Sedangkan bursa saham Australia ASX 200 berada di bawah tekanan, meski naik tipis 0,47% atau 27,093 poin dan berakhir di level 5.757,500 ditopang keuntungan teknologi informasi serta layanan telekomunikasi. Ditambah raihan positif investasi real estate di Australia saat sub indeks keuangan memperoleh tambahan mencapai 0,45%.
Pasar saham China yang lebih besar juga cenderung terus menanjak lebih tinggi, dengan Indeks Hang Seng di Hong Kong sempat menguat 0,30% namun hingga perdagangan sore memerah ke level 27.174,96 dengan kehilangan 75,27 atau 0,28%. Sementara komposit Shanghai naik 0.44% atau 14,28 poin untuk mengakhiri di posisi 3.251,64 dan komposit Shenzhen merangkak membaik 0,40% atau 7,51 poin pada level 1.887,28.
Di sisi lain pasar saham India dan Korea Selatan ditutup karena hari libur. Keuntungan di Asia datang setelah indeks utama Amerika Serikat menutup perdagangan awal pekan secara signifikan lebih tinggi ketika investor masih memantau kondisi geopolitik ketegangan yang terjadi antara AS dan Korsel. Dow Jones industrial average memperoleh tambahan 0,62% atau 135,39 poin, untuk berakhir pada level 21.993,71.
(akr)
Lihat Juga :