Rupiah Jaga Tren Positif Saat IHSG Sesi I Balik Menguat

Jum'at, 18 Agustus 2017 - 11:57 WIB
Rupiah Jaga Tren Positif...
Rupiah Jaga Tren Positif Saat IHSG Sesi I Balik Menguat
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga sesi perdagangan siang hari ini berhasil menjaga tren positif untuk melanjutkan penguatan pada pagi tadi. Lonjakan mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik arah ke zona hijau.

Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.363/USD atau membaik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.371/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.358-Rp13.377/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.366/USD atau tidak lebih baik dibandingkan penutupan kemarin di posisi Rp13.377/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.363-Rp13.370/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini mulai pulih dan bertengger pada level Rp13.365/USD. Posisi rupiah lebih baik dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.370/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.368/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menanjak naik dari posisi sebelumnya Rp13.374/USD.

Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini berbalik menguat dengan tambahan 3,39 poin atau 0,01% menjadi 5.892,34 ketika pagi tadi dibuka tergelincir ke zona merah usai kehilangan 10,57 poin atau 0,18% ke level 5.881,38. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menghijau di posisi 5.891,95 yang naik sebesar 56,91 poin atau 0,98%

Sektor saham dalam negeri mayoritas menguat hingga sesi I dipimpin lonjakan tertinggi konsumer sebesar 0,50% diikuti aneka industri melompat 0,49%. Sedangkan sektor yang melemah yakni industri dasar mencapai 0,82%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,64 triliun dengan 4,05 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp220,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,75 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,53 triliun. Tercatat 152 saham naik, 150 turun dan 127 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS). Sedangkan, beberapa saham yang melemah yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. (GOLD) dan PT First Media Tbk. (KBLV).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Menguat...
Nilai Tukar Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
34 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Dihajar Saat Serangan...
Dihajar Saat Serangan Balik, Ukraina Kembali ke Strategi Lama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved