IHSG Akhir Pekan Ditutup Melompat Tipis, Bursa Asia Tumbang
Jum'at, 18 Agustus 2017 - 16:25 WIB
IHSG Akhir Pekan Ditutup Melompat Tipis, Bursa Asia Tumbang
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menghijau untuk meneruskan tren positif sejak siang, meski tidak mengalami perubahan besar dibandingkan sesi sebelumnya. Bursa saham dalam negeri ditutup menguat ke level 5.893,84 dengan tambahan 1,89 poin atau 0,03%.
Pada sesi siang tadi, IHSG berbalik menguat dengan tambahan 3,39 poin atau 0,01% menjadi 5.892,34 ketika pagi tadi dibuka tergelincir ke zona merah usai kehilangan 10,57 poin atau 0,18% ke level 5.881,38. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menghijau di posisi 5.891,95 yang naik sebesar 56,91 poin atau 0,98%
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu konsumen yang menanjak 0,96% sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada sektor industri dasar yang jatuh 1,01%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp2,92 triliun dengan 2,76 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp128,96 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,49 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,36 triliun. Tercatat sebesar 181 saham menguat, 163 saham melemah dan 129 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.475 menjadi Rp73.425, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) bertambah Rp90 menjadi Rp2.200 dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) meningkat Rp90 menjadi Rp4.110.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp90 menjadi Rp2.540, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp90 ke posisi Rp3.150 serta PT First Media Tbk. (KBLV) berkurang Rp80 menjadi Rp900.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (18/8/2017) kebanyakan pasar saham Asia merosot dalam perdagangan hari ini, setelah investor meragukan kemampuan pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam menindaklanjuti kebijakan ekonomi. Risiko dalam sesi perdagangan AS mengikuti hingga perdagangan Asia saat bursa saham Jepang menyentuh level terendah dalam tiga bulan.
Indeks Nikkei Jepang ketika terbebani kekuatan Yen telihat menyusut 1,18% atau setara dengan 232,22 poin untuk mengakhiri di level 19.470,41. Pada seberang selat Korea Selatan, indeks Kospi tergelincir 0,14% atau 3,30 poin untuk menutup perdagangan akhir pekan pada posisi 2.358,37 atau lebih rendah dari sesi sebelumnya.
Sementara itu, indeks Australia ASX 200 berkurang tipis 0,56% atau 32,107 poin untuk berada di level 5.747,10 terseret kerugian pada mayoritas sub indeks dimana salah satunya keuangan jatuh 1,09%. Hal serupa juga terjadi pada pasar saham di daratan China ketika komposit Shanghai berakhir menghijau ke level 3.268,72 atau meningkat tipis 0,29% atau 0,01%.
Di sisi lain komposit Shenzhen merosot sebesar 0,373% atau 7,13 poin untuk berakhir pada level 1902.25. Hingga perdagangan sore, indek Hang Seng di Hong Kong juga anjlok setelah kehilangan 1,08% yang setara dengan 296,65 poin hingga ambruk ke posisi 27.047,57.
Pada sesi siang tadi, IHSG berbalik menguat dengan tambahan 3,39 poin atau 0,01% menjadi 5.892,34 ketika pagi tadi dibuka tergelincir ke zona merah usai kehilangan 10,57 poin atau 0,18% ke level 5.881,38. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menghijau di posisi 5.891,95 yang naik sebesar 56,91 poin atau 0,98%
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu konsumen yang menanjak 0,96% sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada sektor industri dasar yang jatuh 1,01%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp2,92 triliun dengan 2,76 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp128,96 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,49 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,36 triliun. Tercatat sebesar 181 saham menguat, 163 saham melemah dan 129 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.475 menjadi Rp73.425, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) bertambah Rp90 menjadi Rp2.200 dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) meningkat Rp90 menjadi Rp4.110.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp90 menjadi Rp2.540, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp90 ke posisi Rp3.150 serta PT First Media Tbk. (KBLV) berkurang Rp80 menjadi Rp900.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (18/8/2017) kebanyakan pasar saham Asia merosot dalam perdagangan hari ini, setelah investor meragukan kemampuan pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam menindaklanjuti kebijakan ekonomi. Risiko dalam sesi perdagangan AS mengikuti hingga perdagangan Asia saat bursa saham Jepang menyentuh level terendah dalam tiga bulan.
Indeks Nikkei Jepang ketika terbebani kekuatan Yen telihat menyusut 1,18% atau setara dengan 232,22 poin untuk mengakhiri di level 19.470,41. Pada seberang selat Korea Selatan, indeks Kospi tergelincir 0,14% atau 3,30 poin untuk menutup perdagangan akhir pekan pada posisi 2.358,37 atau lebih rendah dari sesi sebelumnya.
Sementara itu, indeks Australia ASX 200 berkurang tipis 0,56% atau 32,107 poin untuk berada di level 5.747,10 terseret kerugian pada mayoritas sub indeks dimana salah satunya keuangan jatuh 1,09%. Hal serupa juga terjadi pada pasar saham di daratan China ketika komposit Shanghai berakhir menghijau ke level 3.268,72 atau meningkat tipis 0,29% atau 0,01%.
Di sisi lain komposit Shenzhen merosot sebesar 0,373% atau 7,13 poin untuk berakhir pada level 1902.25. Hingga perdagangan sore, indek Hang Seng di Hong Kong juga anjlok setelah kehilangan 1,08% yang setara dengan 296,65 poin hingga ambruk ke posisi 27.047,57.
(akr)
Lihat Juga :