Utang Valas PLN Tembus USD7,5 Miliar/Tahun

Senin, 21 Agustus 2017 - 15:33 WIB
Utang Valas PLN Tembus...
Utang Valas PLN Tembus USD7,5 Miliar/Tahun
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat utam dalam valuta asing (valas) sebesar USD7,5 miliar per tahun. Utang ini terbagi dalam utang korporasi dan utang kepada independent power producer (IPP).

Kepala Divisi Treasury PLN Iskandar mengatakan, perseroan banyak membutuhkan valas untuk investasi dan kegiatan operasional. Selain itu, kebutuhan gas PLN untuk pembangkit listrik juga masih dibayar dengan USD.

(Baca: PLN Teken Transaksi Hedging USD30 Juta dengan Tiga Bank BUMN )

"Hampir USD7,5 miliar (kebutuhan valas per tahun). Ada yang untuk investasi, ada yang untuk operasional, seperti kita dengan gas kan masih juga bayar dengan dolar ya," katanya di Gedung BI, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Dengan kebutuhan valas yang besar tersebut, lanjut dia, perseroan harus sejak dini memitigasi risiko kerugian jika sewaktu-waktu kurs USD meningkat tajam. Karena itu, perseroan pun memutuskan untuk melakukan transaksi lindung nilai (hedging) dengan beberapa perbankan, khususnya perbankan pelat merah.

"Poinnya adalah PLN dengan kebutuhan setahun yang besar tadi hampir USD7,5 miliar itu kita harus mitigasi risiko," ujar dia.

Pihaknya tak menampik bahwa saat ini kurs nilai tukar rupiah terhadap USD masih stabil. Namun, perseroan tidak mau mengambil risiko jika di waktu akan datang kursnya tiba-tiba anjlok.

"Tadi sudah dijelasin juga dari Kementerian BUMN, dari BI, bahwa volatilitas kita tahun ini cukup stabil. Tapi tahun depan kan kita belum tahu. Dua atau sebulan mendatang tidak ngerti. Jadi kewajiban kita harus mitigasi risk, poinnya itu," terangnya.

PLN telah mulai melaksanakan hedging sejak 2015. Perseroan juga telah merasakan banyak manfaat dari hedging, khususnya meminimalisir risiko kerugian kurs.

"Sebetulnya kita mencari kepastian. Jadi sudah kita pikirkan di depan nilai kursnya sudah saat ini, nilai kursnya sudah di saat ini dengan kalkulasi data saat ini analytical data saat ini apapun yang terjadi kita sudah menyiapkan biaya yang kita yakini. Jadi mitigasi risk dari sisi kepastian yang menjadi background kita menentukan hedging ini," terang Iskandar.

Baca Juga:
BI Perbarui Pedoman Hedging BUMN dan Perkenalkan Produk Baru
Manfaat Transaksi Lindung Nilai dengan Call Spread Option
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
14 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
15 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
25 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved