Harga Minyak Dunia Naik Tersengat Lemahnya Pasokan
Selasa, 22 Agustus 2017 - 08:03 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tersengat Lemahnya Pasokan
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak dunia pada awal perdagangan hari ini menguat, terangkat oleh indikasi bahwa pasokan secara bertahap diperketat atau dikurangi, terutama di Amerika Serikat.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/8/2017), harga minyak brent, patokan internasional untuk harga minyak, berada di level USD51,78 per barel pada pukul 00.26 GMT, naik 12 sen dari penutupan terakhir mereka.
Sementara, harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD47,52 per barel, atau mengalami kenaikan sebesar 15 sen.
"Stok minyak mentah AS telah turun secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Jika tren turun dalam persediaan minyak terjaga, maka kasus bullish dapat dilakukan untuk minyak, terutama mengingat adanya pembatasan pasokan dari OPEC dan Rusia," kata Fawad Razaqzada, analis pasar Di pialang berjangka Forex.com.
Persediaan minyak mentah AS telah turun hampir 13% dari puncaknya pada Maret menjadi 466,5 juta barel. Meskipun produksi minyak mentah AS telah menembus 9,5 juta barel per hari (bpd), tertinggi sejak Juli 2015, para analis mengatakan bahwa pertumbuhan ini mungkin akan segera melambat karena perusahaan energi AS memotong jumlah pengeboran rig untuk minyak baru.
Erik Norland dari CME Group, sebuah bursa komoditas utama mengatakan bahwa sepertinya pertumbuhan produksi AS cepat kehabisan tenaga dan semuanya sama, ini harus menjadi kabar baik bagi OPEC dan harga minyak.
Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bersama-sama dengan produsen non-OPEC termasuk Rusia telah berjanji untuk menahan sekitar 1,8 juta bpd produksi antara Januari tahun ini dan Maret 2018 untuk memperketat pasokan dan menaikkan harga.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/8/2017), harga minyak brent, patokan internasional untuk harga minyak, berada di level USD51,78 per barel pada pukul 00.26 GMT, naik 12 sen dari penutupan terakhir mereka.
Sementara, harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD47,52 per barel, atau mengalami kenaikan sebesar 15 sen.
"Stok minyak mentah AS telah turun secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Jika tren turun dalam persediaan minyak terjaga, maka kasus bullish dapat dilakukan untuk minyak, terutama mengingat adanya pembatasan pasokan dari OPEC dan Rusia," kata Fawad Razaqzada, analis pasar Di pialang berjangka Forex.com.
Persediaan minyak mentah AS telah turun hampir 13% dari puncaknya pada Maret menjadi 466,5 juta barel. Meskipun produksi minyak mentah AS telah menembus 9,5 juta barel per hari (bpd), tertinggi sejak Juli 2015, para analis mengatakan bahwa pertumbuhan ini mungkin akan segera melambat karena perusahaan energi AS memotong jumlah pengeboran rig untuk minyak baru.
Erik Norland dari CME Group, sebuah bursa komoditas utama mengatakan bahwa sepertinya pertumbuhan produksi AS cepat kehabisan tenaga dan semuanya sama, ini harus menjadi kabar baik bagi OPEC dan harga minyak.
Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bersama-sama dengan produsen non-OPEC termasuk Rusia telah berjanji untuk menahan sekitar 1,8 juta bpd produksi antara Januari tahun ini dan Maret 2018 untuk memperketat pasokan dan menaikkan harga.
(izz)
Lihat Juga :