Rupiah Hari Ini Diperkirakan Kembali Melemah
Kamis, 24 Agustus 2017 - 09:01 WIB
Rupiah Hari Ini Diperkirakan Kembali Melemah
A
A
A
JAKARTA - Perkiraan akan adanya kenaikan pada pergerakan euro dan USD setelah kedua gubernur bank sentral menyampaikan pandangan moneternya di akhir pekan ini tampaknya membuat kedua mata uang tersebut menjadi pilihan pelaku pasar.
Adanya sentimen positif dari pelonggaran moneter tidak sepenuhnya ditanggapi positif seperti angin berlalu. Laju rupiah diperkirakan akan kembali berpotensi melanjutkan pelemahannya meski diharapkan dapat terbatas.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pelemahan lanjutan tersebut," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (24/8/2017).
Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.365/USD dan resisten Rp13.320/USD. Sementara meski laju rupiah mampu menyentuh target resisten kami di Rp13.328/USD, namun jelang akhir sesi perdagangan pergerakan rupiah kembali melemah.
Ketahanan rupiah pun kembali goyah dengan pergerakan melemah tersebut. Adanya sentimen dari penurunan suku bunga acuan terlihat seolah-olah tidak memberikan sentimen positif seperti halnya di pasar ekuitas dan obligasi.
Idealnya, dengan adanya pelonggaran moneter tersebut maka membuat aliran dana asing masuk ke dalam negeri kian besar di mana akan menjaga pasokan valas sehingga akan menjadi penopang bagi rupiah untuk terapresiasi.
"Akan tetapi, yang terjadi tidak demikian di mana laju rupiah kembali melemah. Adanya rilis data kenaikan pertumbuhan sektor swasta Jerman membuat euro menguat dan berimbas pada kembali melemahnya sejumlah mata uang lainnya, termasuk rupiah," tutur dia.
Adanya sentimen positif dari pelonggaran moneter tidak sepenuhnya ditanggapi positif seperti angin berlalu. Laju rupiah diperkirakan akan kembali berpotensi melanjutkan pelemahannya meski diharapkan dapat terbatas.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pelemahan lanjutan tersebut," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (24/8/2017).
Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.365/USD dan resisten Rp13.320/USD. Sementara meski laju rupiah mampu menyentuh target resisten kami di Rp13.328/USD, namun jelang akhir sesi perdagangan pergerakan rupiah kembali melemah.
Ketahanan rupiah pun kembali goyah dengan pergerakan melemah tersebut. Adanya sentimen dari penurunan suku bunga acuan terlihat seolah-olah tidak memberikan sentimen positif seperti halnya di pasar ekuitas dan obligasi.
Idealnya, dengan adanya pelonggaran moneter tersebut maka membuat aliran dana asing masuk ke dalam negeri kian besar di mana akan menjaga pasokan valas sehingga akan menjadi penopang bagi rupiah untuk terapresiasi.
"Akan tetapi, yang terjadi tidak demikian di mana laju rupiah kembali melemah. Adanya rilis data kenaikan pertumbuhan sektor swasta Jerman membuat euro menguat dan berimbas pada kembali melemahnya sejumlah mata uang lainnya, termasuk rupiah," tutur dia.
(izz)