Dihantam USD, Rupiah Terdampar ke Level Rp13.354/USD

Kamis, 24 Agustus 2017 - 10:13 WIB
Dihantam USD, Rupiah...
Dihantam USD, Rupiah Terdampar ke Level Rp13.354/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali melemah setelah kemarin ditutup di zona merah. Pelemahan ini terjadi saat USD naik, baik terhadap yen maupun euro.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka di level Rp13.354/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.342/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada pukul pukul 10.07 WIB tampak mendatar di level Rp13.352/USD dari posisi kemarin sore di level Rp13.355/USD dengan kisaran level Rp13.338-Rp13.357/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pagi ini dibuka pada level Rp13.352/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya pada posisi Rp13.359/USD. Namun, rupiah tampaknya mulai lesu ke level Rp13.355/USD pada pukul 10.08 WIB dengan kisaran harian Rp13.346-Rp13.356/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, pada perdagangan hari ini, rupiah pada pukul 10.09 WIB masih tercatat menguat ke posisi Rp13.350/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.355/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Kamis (24/8/2017), USD menguat pada hari ini. Di mana USD terhadap yen menguat atau naik 0,1% menjadi 109,19 setelah kemarin jatuh 0,5%.

Shinichiro Kadota, strategi FX senior untuk Barclays di Tokyo mengatakan, potensi kenaikan USD tampaknya terbatas untuk saat ini. Digelarnya pertemuan para bankir sentral di Jackson Hole, Wyoming mulai mengundurkan diri pada hari ini, USD mungkin akan kurang memiliki bias arah yang jelas dalam jangka pendek.

Investor sedang menunggu pidato dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen dan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi pada simposium Jackson Hole yang akan dilaksanakan besok.

Yellen mungkin mencoba untuk mempersiapkan pasar untuk kemungkinan tingkat bunga Fed lain akhir tahun ini, kata Tan Teck Leng, analis forex di UBS Wealth Management di Singapura.

"Jika ada yang saya kira, Yellen ingin mengkalibrasi ulang ekspektasi pasar setidaknya sampai 50%," kata Tan.

Suku bunga AS sekarang menyiratkan sekitar 40% kemungkinan kenaikannya pada Desember. Euro terhadap USD turun 0,1% menjadi USD1,1800, setelah naik sekitar 0,4% pada Rabu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
16 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
18 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
21 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
22 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved