Cerita Rini Turunkan Harga Semen di Papua Jadi Rp500 Ribu/Sak
Jum'at, 25 Agustus 2017 - 14:15 WIB
Cerita Rini Turunkan Harga Semen di Papua Jadi Rp500 Ribu/Sak
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pekan ini baru saja melakukan kunjungan kerja ke Puncak Jaya Mulia, Papua. Dalam kunjungan kerjanya, Rini mengajak serta beberapa perusahaan pelat merah seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Semen Tonasa, PT Semen Indonesia (Persero), PT Pelni (Persero) dan PT Pelindo IV (Persero).
Dia mengungkapkan, kedatangannya ke Puncak Jaya adalah dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN untuk menurunkan harga semen di wilayah tersebut. Di Puncak Jaya, kata Rini, harga semen per saknya sekitar Rp2 juta. Namun, dengan sinergi antara beberapa perusahaan pelat merah, harga semen di Puncak Jaya turun menjadi Rp500 ribu per sak. Menurutnya penurunan harga semen tersebut, tanpa ada subsidi negara sepeser pun.
"Ini sinergi BUMN juga. Di Puncak Jaya harga semen Rp2 juta per sak. Dengan sinergi BUMN antara PT PPI, Semen Tonasa, Semen Indonesia, Pelni, Pelindo IV, kemarin saya di Puncak Jaya Mulia bisa declare harga semen per sak Rp500 ribu. Itu nggak ada subsidi negara, itu kita bersinergi menurunkan cost itu," katanya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (25/8/2017).
Rini mengungkapkan, harga semen yang selangit tersebut disebabkan karena masyarakat di Puncak Jaya harus mengambil semen dari Surabaya baru dikirim ke Papua. Dengan sinergi ini, masyarakat di Papua tak perlu jauh-jauh ke Surabaya, karena semen akan dikirim langsung dari Makassar. "Itu disebabkan tadinya dia ngambil dari Surabaya, sekarang kita kirim langsung dari Makassar langsung ke Timika," imbuh dia.
Tak hanya di Puncak Jaya, penurunan harga semen juga terjadi di Wamena, Papua. Awalnya, harga semen per sak sekitar Rp580 ribu, namun kini turun jadi Rp370 ribu per sak. "Saya masih yakin Insya ALlah masih bisa turun lagi, makin banyak bahan yang bisa kirim ke mereka. Inilah sinergi BUMN kita, inilah hasil kalau berkomitmen bahwa BUMN hadir untuk negeri. Dan saya yakin kita bisa melakukan banyak hal," tandasnya.
Dia mengungkapkan, kedatangannya ke Puncak Jaya adalah dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN untuk menurunkan harga semen di wilayah tersebut. Di Puncak Jaya, kata Rini, harga semen per saknya sekitar Rp2 juta. Namun, dengan sinergi antara beberapa perusahaan pelat merah, harga semen di Puncak Jaya turun menjadi Rp500 ribu per sak. Menurutnya penurunan harga semen tersebut, tanpa ada subsidi negara sepeser pun.
"Ini sinergi BUMN juga. Di Puncak Jaya harga semen Rp2 juta per sak. Dengan sinergi BUMN antara PT PPI, Semen Tonasa, Semen Indonesia, Pelni, Pelindo IV, kemarin saya di Puncak Jaya Mulia bisa declare harga semen per sak Rp500 ribu. Itu nggak ada subsidi negara, itu kita bersinergi menurunkan cost itu," katanya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (25/8/2017).
Rini mengungkapkan, harga semen yang selangit tersebut disebabkan karena masyarakat di Puncak Jaya harus mengambil semen dari Surabaya baru dikirim ke Papua. Dengan sinergi ini, masyarakat di Papua tak perlu jauh-jauh ke Surabaya, karena semen akan dikirim langsung dari Makassar. "Itu disebabkan tadinya dia ngambil dari Surabaya, sekarang kita kirim langsung dari Makassar langsung ke Timika," imbuh dia.
Tak hanya di Puncak Jaya, penurunan harga semen juga terjadi di Wamena, Papua. Awalnya, harga semen per sak sekitar Rp580 ribu, namun kini turun jadi Rp370 ribu per sak. "Saya masih yakin Insya ALlah masih bisa turun lagi, makin banyak bahan yang bisa kirim ke mereka. Inilah sinergi BUMN kita, inilah hasil kalau berkomitmen bahwa BUMN hadir untuk negeri. Dan saya yakin kita bisa melakukan banyak hal," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :