Rupiah Hari Ini Akan Bergerak di Rp13.325-Rp13.349
Selasa, 29 Agustus 2017 - 09:00 WIB
Rupiah Hari Ini Akan Bergerak di Rp13.325-Rp13.349
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah secara tidak terduga mampu mengalami kenaikan di awal pekan ini. Terapresiasinya laju euro (EUR), tampaknya tidak menghalangi laju rupiah untuk kembali melanjutkan pergerakan positifnya.
Di sisi lain, pergerakan laju USD yang kembali melemah setelah merespons pernyataan Janet Yellen yang di akhir pekan dianggap gagal oleh pelaku pasar dalam menyampaikan pandangan moneternya. Kondisi inilah yang dimanfaatkan rupiah untuk tetap menguat berbarengan dengan terapresiasinya EUR.
Tidak seperti yang diharapkan, Yellen tidak memberi detil mengenai kapan dan bagaimana teknis program pengetatan neraca dan kenaikan suku bunga The Fed akan dilaksanakan.
Komentar Yellen tersebut mengecewakan sejumlah investor yang berharap mendapatkan petunjuk rencana The Fed untuk arah kenaikan suku bunga AS di masa mendatang. Di sisi lain, badai tropis Harvey yang membanjiri daerah Houston, AS turut membuat laju USD melemah.
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai, penguatan tipis rupiah memberi gambaran masih adanya sikap menahan diri pelaku pasar untuk masuk ke mata uang non safe haven currency, termasuk rupiah.
"Pelaku pasar mengantisipasi pertemuan para bank sentral, untuk mendengarkan penyampaian pandangan moneter dari ECB dan The Fed, dimana nantinya kemungkinan dapat membuat mata uang EUR dan USD berbalik naik," ujarnya, Selasa (29/8/2017).
Pergerakan rupiah yang mampu menguat dengan memanfaatkan pelemahan pada USD diharapkan masih dapat terjadi. Di sisi lain, sentimen dari dalam negeri pun masih minim untuk membantu rupiah bertahan di zona hijau sehingga rupiah lebih banyak terimbas dari kondisi global.
Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pelemahan lanjutan tersebut. Reza memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support Rp13.349 dan resisten Rp13.325 per USD.
Di sisi lain, pergerakan laju USD yang kembali melemah setelah merespons pernyataan Janet Yellen yang di akhir pekan dianggap gagal oleh pelaku pasar dalam menyampaikan pandangan moneternya. Kondisi inilah yang dimanfaatkan rupiah untuk tetap menguat berbarengan dengan terapresiasinya EUR.
Tidak seperti yang diharapkan, Yellen tidak memberi detil mengenai kapan dan bagaimana teknis program pengetatan neraca dan kenaikan suku bunga The Fed akan dilaksanakan.
Komentar Yellen tersebut mengecewakan sejumlah investor yang berharap mendapatkan petunjuk rencana The Fed untuk arah kenaikan suku bunga AS di masa mendatang. Di sisi lain, badai tropis Harvey yang membanjiri daerah Houston, AS turut membuat laju USD melemah.
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai, penguatan tipis rupiah memberi gambaran masih adanya sikap menahan diri pelaku pasar untuk masuk ke mata uang non safe haven currency, termasuk rupiah.
"Pelaku pasar mengantisipasi pertemuan para bank sentral, untuk mendengarkan penyampaian pandangan moneter dari ECB dan The Fed, dimana nantinya kemungkinan dapat membuat mata uang EUR dan USD berbalik naik," ujarnya, Selasa (29/8/2017).
Pergerakan rupiah yang mampu menguat dengan memanfaatkan pelemahan pada USD diharapkan masih dapat terjadi. Di sisi lain, sentimen dari dalam negeri pun masih minim untuk membantu rupiah bertahan di zona hijau sehingga rupiah lebih banyak terimbas dari kondisi global.
Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pelemahan lanjutan tersebut. Reza memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support Rp13.349 dan resisten Rp13.325 per USD.
(ven)