Kasus Pajak Penulis, Penerbit Akui Ada Ketidakadilan

Rabu, 06 September 2017 - 17:48 WIB
Kasus Pajak Penulis,...
Kasus Pajak Penulis, Penerbit Akui Ada Ketidakadilan
A A A
JAKARTA - Keputusan penulis novel bernama Tere Liye memutuskan kontrak dengan dua penerbit utamanya, yakni PT Gramedia Pustaka Utama dan Republika Penerbit mengejutkan berbagai pihak. Pasalnya, Tere Liye merupakan salah satu penulis yang karyanya kerap diminati oleh banyak kalangan.

Chief Executive Officer (CEO) Republika Penerbit Arys Hilman mengakui bahwa ada ketidakadilan pemerintah terhadap pajak untuk profesi penulis. Bahkan, pajaknya jauh lebih tinggi dibanding profesi lain seperti dokter dan pengacara.

"Dibanding artis, dokter dan pengacara, kebetulan ini (pajak penulis) lebih besar. Karena itu tidak adil," katanya saat dikonfirmasi SINDOnews di Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Sejatinya, kata Arys, penulis tidak ada maksud untuk menghindar dari kewajibannya membayar pajak. Mereka hanya ingin ada keberpihakan dan keadilan terhadapnya.

"Begini, sebenarnya kan penulis tidak bermaksud untuk menghindari pajak atau tidak mau pajak. Tapi ingin perlakukan yang adil. Jangan sampai penulis lebih tinggi pajaknya dari profesi yang lain," imbuh dia.

Masih menurut Arys, dunia perbukuan memang banyak sekali beban pajak yang harus dibayarkan. Padahal, buku dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan seharusnya mendapatkan keringanan soal pajak.

"Di dunia perbukuan sendiri memang banyak sekali pajaknya, dan harusnya kalau memang ingin mencerdaskan bangsa, seharusnya ada keringanan (pajak) di dunia perbukuan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
15 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved