Sulut Giat Jual Peluang Investasi ke Singapura
Sabtu, 09 September 2017 - 02:14 WIB
Sulut Giat Jual Peluang Investasi ke Singapura
A
A
A
MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) semakin giat menawarkan berbagai peluang usaha di daerah ke pihak luar negeri, termasuk Singapura. Kabag Humas Pemprov Sulut Roy Saroinsong menjelaskan agenda Investment Forum bertopik Business Opportunities in North Sulawesi dimanfaatkan secara maksimal saat kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Singapura dalam rangka kegiatan Leaders Retreat RI-Singapura 2017.
"Kegiatan tersebut dilaksanakan Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura yang juga berkolaborasi dengan Economic Development Board (EDB), Singapore Business Federation (SBF) dan Kadin Indonesia, pada Forum Bisnis Internasional bertajuk Indonesia Singapore Business Council (ISBC) Meeting dan Indonesia-Singapore Investment Forum," ujarnya, Jumat (8/9/2017).
Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey beserta Wakil Gubernur Steven OE Kandouw hadir mempromosikan peluang investasi ke beberapa pengusaha yang berkumpul di Marina Bay Cruise Centre Singapura.
Masih kata Saroinsong, forum pertemuan tahunan ISBC yang gelar Kamis, 7 September lalu, dihadiri langsung Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lie Hsien Long, serta 300 undangan dari perusahaan multinasional di Singapura dan Indonesia, bertemakan Tourism Industry Development in Indonesia.
Pemerintah mengundang para investor Singapura untuk berinvestasi khususnya di bidang industri pariwisata dan menjamin memberikan kemudahan dalam perizinan.
Di kesempatan business forum yang dipandu Kepala BKPM Thomas Lembong dan Menteri Pariwisata Arif Yahya, Olly diberikan kesempatan untuk menyampaikan peluang bisnis investasi khusunya pengembangan pariwista di Sulut.
Sementara itu, Kandouw memaparkan soal pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, Pall Beach nilai investasi proyek KEK pariwisata Rp1,3 triliun dengan proyek swasta, diantaranya pembangunan infrastuktur, resor, villa dan hotel.
"Kami menawarkan beberapa proyek seperti Manado tourism area, Bitung Eco Industrial Estate, Industrial Park, Manado Power Plant dan Manado Water Treatment dan Supply, pembangunan Lembeh Internasional Airport, pengembangan wisata di kawasan Bolaang Mongondouw Raya, termasuk wisata bahari di kabupaten kepulauan," ujar Kandouw.
Ia menjelaskan, daerah Sulut memiliki beberapa keunggulan komparatif termasuk dari geopolitik dan geo posisi Sulut. Begitu pula sumber daya alam dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, multikultur dan kuliner menarik bagi masyarakat Singapura.
"Pesatnya jumlah kunjungan wisatawan terutama dari China yang melonjak secara signifikan membawa multiplier effect dalam pertumbuhan ekonomi di Sulut. Ini peluang besar bagi investor untuk membangun sektor pariwisata," katanya.
Diantaranya melalui pengembangan destinasi wisata bersama (joint destinations), kerja sama pengoperasian wisata kapal pesiar, pembangunan dermaga kapal pesiar, peningkatan investasi infrastruktur pariwisata, serta kerja sama pengembangan Meeting, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE).
"Kegiatan tersebut dilaksanakan Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura yang juga berkolaborasi dengan Economic Development Board (EDB), Singapore Business Federation (SBF) dan Kadin Indonesia, pada Forum Bisnis Internasional bertajuk Indonesia Singapore Business Council (ISBC) Meeting dan Indonesia-Singapore Investment Forum," ujarnya, Jumat (8/9/2017).
Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey beserta Wakil Gubernur Steven OE Kandouw hadir mempromosikan peluang investasi ke beberapa pengusaha yang berkumpul di Marina Bay Cruise Centre Singapura.
Masih kata Saroinsong, forum pertemuan tahunan ISBC yang gelar Kamis, 7 September lalu, dihadiri langsung Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lie Hsien Long, serta 300 undangan dari perusahaan multinasional di Singapura dan Indonesia, bertemakan Tourism Industry Development in Indonesia.
Pemerintah mengundang para investor Singapura untuk berinvestasi khususnya di bidang industri pariwisata dan menjamin memberikan kemudahan dalam perizinan.
Di kesempatan business forum yang dipandu Kepala BKPM Thomas Lembong dan Menteri Pariwisata Arif Yahya, Olly diberikan kesempatan untuk menyampaikan peluang bisnis investasi khusunya pengembangan pariwista di Sulut.
Sementara itu, Kandouw memaparkan soal pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, Pall Beach nilai investasi proyek KEK pariwisata Rp1,3 triliun dengan proyek swasta, diantaranya pembangunan infrastuktur, resor, villa dan hotel.
"Kami menawarkan beberapa proyek seperti Manado tourism area, Bitung Eco Industrial Estate, Industrial Park, Manado Power Plant dan Manado Water Treatment dan Supply, pembangunan Lembeh Internasional Airport, pengembangan wisata di kawasan Bolaang Mongondouw Raya, termasuk wisata bahari di kabupaten kepulauan," ujar Kandouw.
Ia menjelaskan, daerah Sulut memiliki beberapa keunggulan komparatif termasuk dari geopolitik dan geo posisi Sulut. Begitu pula sumber daya alam dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, multikultur dan kuliner menarik bagi masyarakat Singapura.
"Pesatnya jumlah kunjungan wisatawan terutama dari China yang melonjak secara signifikan membawa multiplier effect dalam pertumbuhan ekonomi di Sulut. Ini peluang besar bagi investor untuk membangun sektor pariwisata," katanya.
Diantaranya melalui pengembangan destinasi wisata bersama (joint destinations), kerja sama pengoperasian wisata kapal pesiar, pembangunan dermaga kapal pesiar, peningkatan investasi infrastruktur pariwisata, serta kerja sama pengembangan Meeting, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE).
(ven)
Lihat Juga :