Bursa Asia Mayoritas Lesu, IHSG Dibuka Naik Tipis
Jum'at, 15 September 2017 - 09:12 WIB
Bursa Asia Mayoritas Lesu, IHSG Dibuka Naik Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat tipis atau hanya 1,90 poin setara dengan 0,03% ke level 5.853,91 di tengah mayoritas bursa saham Asia melemah.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir ditutup berhasil di zona hijau meski tidak terlalu tinggi, yakni hanya naik 6,27 poin setara 0,11% kelevel 5.852.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di area positif dengan sektor perkebunan naik tertinggi sebesar 1,04% dan sektor yang melemah terdalam adalah pertambangan yang turun 0,56%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp15 miliar dengan 3 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp1,06 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp12,31 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp11,24 miliar. Tercatat 21 saham naik, 10 saham turun dan 13 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp250 menjadi Rp30.250, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp250 menjdi Rp51.350, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp9.925.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah Rp100 menjadi Rp19.000, PT Bank Negara Indonesia tbk (BBNI) turun Rp75 menjadi Rp7.175, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah Rp75 menjadi Rp18.850.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (15/9/2017) bursa saham Asia mayoritas melemah setelah Korea Utara meluncurkan rudal ke arah timur. Rudal tak dikenal tersebut terbang di atas Jepang sebelum mendarat di timur Hokkaido sejauh 2.000 km, kata Reuters, mengutip penyiar NHK Jepang.
Menurut Reuters, menyusul peluncuran Korea Utara yang terakhir, Korea Selatan telah menanggapi dengan menembaki misilnya sendiri ke laut. Dalam ekuitas, bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 tampaknya mengabaikan kenaikan ketegangan geopolitik di wilayah tersebut dengan menguat 0,24%. Di Korea Selatan, Indeks Kospi sedikit mendapat tekanan dengan melemah 0,46% pada awal perdagangan.
Saham pertahanan seperti Korea Aerospace dan Victek masing-masing naik 1,07% dan 4,02%. Sementara saham blue chips seperti Samsung Electronics dan Hyundai Motor melemah.
Sementara di Australia, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,39% dengan turun 1,14% terimbas sektor material yang menyebabkan kerugian pada indeks yang lebih luas.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir ditutup berhasil di zona hijau meski tidak terlalu tinggi, yakni hanya naik 6,27 poin setara 0,11% kelevel 5.852.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di area positif dengan sektor perkebunan naik tertinggi sebesar 1,04% dan sektor yang melemah terdalam adalah pertambangan yang turun 0,56%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp15 miliar dengan 3 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp1,06 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp12,31 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp11,24 miliar. Tercatat 21 saham naik, 10 saham turun dan 13 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp250 menjadi Rp30.250, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp250 menjdi Rp51.350, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp9.925.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah Rp100 menjadi Rp19.000, PT Bank Negara Indonesia tbk (BBNI) turun Rp75 menjadi Rp7.175, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah Rp75 menjadi Rp18.850.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (15/9/2017) bursa saham Asia mayoritas melemah setelah Korea Utara meluncurkan rudal ke arah timur. Rudal tak dikenal tersebut terbang di atas Jepang sebelum mendarat di timur Hokkaido sejauh 2.000 km, kata Reuters, mengutip penyiar NHK Jepang.
Menurut Reuters, menyusul peluncuran Korea Utara yang terakhir, Korea Selatan telah menanggapi dengan menembaki misilnya sendiri ke laut. Dalam ekuitas, bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 tampaknya mengabaikan kenaikan ketegangan geopolitik di wilayah tersebut dengan menguat 0,24%. Di Korea Selatan, Indeks Kospi sedikit mendapat tekanan dengan melemah 0,46% pada awal perdagangan.
Saham pertahanan seperti Korea Aerospace dan Victek masing-masing naik 1,07% dan 4,02%. Sementara saham blue chips seperti Samsung Electronics dan Hyundai Motor melemah.
Sementara di Australia, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,39% dengan turun 1,14% terimbas sektor material yang menyebabkan kerugian pada indeks yang lebih luas.
(izz)
Lihat Juga :