Divestasi 51% Saham Freeport di Antara Konsorsium dan Holding

Senin, 18 September 2017 - 12:09 WIB
Divestasi 51% Saham...
Divestasi 51% Saham Freeport di Antara Konsorsium dan Holding
A A A
JAKARTA - Divestasi PT Freeport Indonesia sebesar 51% saham sampai saat ini masih menunggu kepastian realisasi. Namun, wacana proses pengamblialihan sudah banyak didiskusikan.

Wacana yang terus didiskusikan adalah bentuk lembaga pemerintah yang nantinya menjadi pengelola Freeport. Mengerucut bentuk konsorsium BUMN atau membentuk holding BUMN baru.

Direktur Eksekutif Kolegium Jurist Institute, Ahmad Redi menyarankan, pemerintah bentuk konsorsium. Korsorsium terdiri dari beberapa BUMN yang bergerak dalam pertambangan.

Hal tersebut dikarenakan konsorsium dinilai lebih pas di tambang Grasberg, Papua yang padat modal dan risiko serta teknis tinggi. "Konsorsium itu lebih baik yang mengambil alih Freeport bila memang divestasi 51% direalisasikan," katanya di Jakarta, kemarin.

Peneliti Publish What You Pay Indobesia, Maryati Abdullah menuturkan, dengan konsorsium bebannya bisa dibagi dan secara politik bisa mengakomodasi kepentingan swasta nasional tanpa melalui tahapan.

"Sebab, kalau dalam Permen dan peraturan pemerintah itu kepentingan negara dulu baru pemerintah daerah dan swasta nasional," ujar dia.

Maryati menambahkan, kalau sekaligus untuk konsorsium dan langsung dibagi-bagi maka bisa jadi penurunan dalam konteks politik dan pasti akan terjadi perdebatan. Seperti kasus divestasi Batu Hijau bahwa pemerintah berfungsi sebagai pembina dan pengendali dan cukup menarik.

"Kedua, konsorsium harus satu suara dalam konteks pengendalian. Sebab, kalau konsorsium beda-beda suara akan sama saja terjadi polemik," jelasnya.

Hanya saja, lanjut Maryati, idealnya dengan cara holding. Namun, saat ini masih ada problem regulasi dan politik di DPR RI, apalagi saat ini kesehatan BUMN juga tidak semuanya clear.

"Saya masih ragu kalau BUMN sebab pasti akan banyak campur tangan politik dan sebagainya. Sebagaimana saat ini banyak BUMN yang masih merugi juga menjadi problem tersendiri dan masalah teknis di kemudian hari," ujar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved