LPS Prediksi Suku Bunga AS Naik Awal 2018

Selasa, 19 September 2017 - 05:13 WIB
LPS Prediksi Suku Bunga...
LPS Prediksi Suku Bunga AS Naik Awal 2018
A A A
JAKARTA - Sentimen pasar global relatif stabil menyusul ekspektasi kenaikan Fed rate berikutnya yang diperkirakan baru akan terjadi di tahun 2018. Kenaikan bunga acuan Amerika Serikat (AS) tersebut akan tertunda dari semula Desember 2017 menjadi Maret 2018.

"Selama bulan Agustus 2017, indikator-indikator sentimen pasar keuangan global terpantau bergerak mixed," ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah di Jakarta.

Meski demikian, pasar keuangan global masih dibayangi oleh ketidakpastian menyusul rencana pembangunan tembok di perbatasan AS dan Meksiko. Ditambah ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea yang melibatkan AS dan Korea Utara yang belum terlihat mereda.

Sementara itu, Bank Indonesia pada Agustus 2017 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,75% menjadi 4,50%. Kebijakan ini konsisten dengan adanya ruang pelonggaran kebijakan seiring rendahnya realisasi dan prospek inflasi tahun 2017 dan 2018 di dalam kisaran targetnya serta defisit neraca berjalan yang terkendali dalam batas aman.

"Kebijakan penurunan suku bunga ini juga ditujukan untuk memperkuat intermediasi perbankan guna memperkokoh stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Dengan tekanan inflasi yang minim, ruang penurunan suku bunga menjadi makin lebar. Dari sisi eksternal, lanjut dia, pelaku pasar melihat potensi kenaikan suku bunga the Fed hingga 2017 yang sangat terbatas. Sementara itu, nilai tukar rupiah akan melanjutkan penurunannya seiring dengan pelonggaran kebijakan moneter oleh BI.

Halim mengungkapkan, penurunan BI 7-day reverse repo rate pada Agustus 2017 dan ekspektasi membaiknya realisasi belanja pemerintah menjelang akhir tahun akan mendukung kondisi likuiditas sehingga dapat mendorong bunga simpanan untuk terus turun.

"Meski demikian, kebutuhan likuiditas valas masih perlu dicermati, mengingat suku bunganya dalam sembilan bulan terakhir berada dalam tren meningkat yang diduga karena pengaruh kenaikan Fed rate dan masih lemahnya impor barang," terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
LPS Optimis Perekonomian...
LPS Optimis Perekonomian Indonesia Membaik pada 2022
Sukses Kelola dan Tingkatkan...
Sukses Kelola dan Tingkatkan Produktivitas SDM, LPS Raih Anugerah Employer of Choice 2022
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Dewan Komisioner LPS 2025-2030
Tugas Lembaga Penjamin...
Tugas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Jangan Ragu Nabung di...
Jangan Ragu Nabung di Bank, LPS Ingatkan Jangan Tergiur Bunga Tinggi
CFR LPS Tumbuhkan Kemampuan...
CFR LPS Tumbuhkan Kemampuan Menulis dan Membangun Network di Kalangan Muda Milenial
Berita Terkini
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
27 menit yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
37 menit yang lalu
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
1 jam yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
2 jam yang lalu
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
3 jam yang lalu
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
3 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved