IHSG Naik 7,40 Poin, Bursa Asia Variatif Jelang Pertemuan The Fed
Selasa, 19 September 2017 - 09:38 WIB
IHSG Naik 7,40 Poin, Bursa Asia Variatif Jelang Pertemuan The Fed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (19/9/2017) dibuka naik 7,40 atau 0,13% ke level 5.892,01.
Sebelumnya pada Senin kemarin, indeks ditutup menguat 12,22 poin atau 0,21% ke level 5.884,61. Dan sepanjang kemarin, IHSG diperdagangkan di level 5.851,22-5.884,61.
Mayoritas saham dibuka di zona hijau, dengan saham properti memimpin 0,35%. Dan saham pertambangan naik 0,14% berbanding saham perkebunan terkoreksi -0,33%.
Dari 205 saham yang diperdagangkan, 116 stagnan, 77 menguat, dan 12 tertekan. Nilai transaksi saham mencapai Rp122 miliar dari 82 juta lembar. Adapun transaksi bersih asing negatif Rp3,98 miliar, dengan aksi jual asing Rp86,01 miliar dan aksi beli asing Rp82,03 miliar.
Adapun mayoritas pasar saham Asia dibuka menguat karena investor sedang menunggu pertemuan The Fed. Dimana investor menantikan petunjuk dari bank sentral mengenai kebijakan moneter di masa depan.
Mengutip dari CNBC, Selasa (19/9), indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,44% karena eksportir dan perdagangan mencatat kenaikan berkat menguatnya dolar AS terhadap yen. Melemahnya yen membuat barang-barang Jepang kompetitif di pasar dunia.
Di seluruh Selat Korea, Kospi turun 0,08%, seiring melemahnya saham teknologi yaitu Samsung Electronics yang turun 0,99% setelah naik ke rekor tertinggi pada Senin kemarin. ASX 200 Australia menguat 0,13%, dengan saham keuangan tertimbang naik 0,37%.
Sedangkan pasar China dibuka beragam, dimana indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,27%, Shanghai tergelincir 0,09% dan Shenzhen diperdagangkan naik tipis 0,085%.
Seperti dibicarakan sebelumnya, investor sedang mengalihkan perhatian mereka ke bank sentral AS, Federal Reserve yang akan melakukan Federal Open Market Committee mulai hari Selasa waktu AS. The Fed diperkirakan akan membiarkan suku bunga tidak berubah saat mengumumkan keputusannya pada 20 September.
Sebelumnya pada Senin kemarin, indeks ditutup menguat 12,22 poin atau 0,21% ke level 5.884,61. Dan sepanjang kemarin, IHSG diperdagangkan di level 5.851,22-5.884,61.
Mayoritas saham dibuka di zona hijau, dengan saham properti memimpin 0,35%. Dan saham pertambangan naik 0,14% berbanding saham perkebunan terkoreksi -0,33%.
Dari 205 saham yang diperdagangkan, 116 stagnan, 77 menguat, dan 12 tertekan. Nilai transaksi saham mencapai Rp122 miliar dari 82 juta lembar. Adapun transaksi bersih asing negatif Rp3,98 miliar, dengan aksi jual asing Rp86,01 miliar dan aksi beli asing Rp82,03 miliar.
Adapun mayoritas pasar saham Asia dibuka menguat karena investor sedang menunggu pertemuan The Fed. Dimana investor menantikan petunjuk dari bank sentral mengenai kebijakan moneter di masa depan.
Mengutip dari CNBC, Selasa (19/9), indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,44% karena eksportir dan perdagangan mencatat kenaikan berkat menguatnya dolar AS terhadap yen. Melemahnya yen membuat barang-barang Jepang kompetitif di pasar dunia.
Di seluruh Selat Korea, Kospi turun 0,08%, seiring melemahnya saham teknologi yaitu Samsung Electronics yang turun 0,99% setelah naik ke rekor tertinggi pada Senin kemarin. ASX 200 Australia menguat 0,13%, dengan saham keuangan tertimbang naik 0,37%.
Sedangkan pasar China dibuka beragam, dimana indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,27%, Shanghai tergelincir 0,09% dan Shenzhen diperdagangkan naik tipis 0,085%.
Seperti dibicarakan sebelumnya, investor sedang mengalihkan perhatian mereka ke bank sentral AS, Federal Reserve yang akan melakukan Federal Open Market Committee mulai hari Selasa waktu AS. The Fed diperkirakan akan membiarkan suku bunga tidak berubah saat mengumumkan keputusannya pada 20 September.
(ven)
Lihat Juga :