IHSG Akan Menguat Terbatas dengan Kisaran 5.869-5.916
Rabu, 20 September 2017 - 08:36 WIB
IHSG Akan Menguat Terbatas dengan Kisaran 5.869-5.916
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menerangkan mayoritas indeks saham di Asia kemarin ditutup mixed dengan indeks saham Nikkei (+1.96%) dan Topix (+1.77%) memimpin penguatan sejak awal sesi perdagangan.
Sedangkan indeks Hang Seng (-0.38%) dan Shanghai (-0.29%) memimpin pelemahan. Bank of Japan belum mengungkap kapan akan melepas stimulus saat peninjauan kebijakan pada pekan ini.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (+0.28%) ditutup menguat 16.72 poin dilevel 5901.33 dengan indeks sektor pertambangan (+1.31%), Property (1.03%) dan Trading (1.01%) menguat di atas 1%.
"Harga komoditas yang kembali bergairah sejak awal sesi perdagangan menggiring saham-saham pertambangan menuju penguatan," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/9/2017).
Meskipun demikian, kata Lanjar, IHSG masih tertahan pada aksi jual investor asing yang tercatat di level Rp229,81 miliar. Dimana saham-saham bank seperti BBRI, BMRI dan BBCA menjadi yang terbanyak terjadi net sell investor asing pada perdagangan kali ini.
Lanjar memperkirakan, pergerakan IHSG pada hari ini kembali cukup positif meskipun bergerak terbatas. Harga saat ini melakukan pengujian level upper bollinger bands setelah berhasil tutup di atas 5.900. Indikator stochastick yang berada pada level overbought menahan pergerakan optimis selanjutnya meskipun momentum RSI masih cukup positif.
Lanjar memprediksi IHSG akan bergerak kembali mixed menguat terbatas menguji level tertinggi tahun ini dengan range pergerakan 5.869-5.916. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, BBNI, INCO, RALS, ADRO, LPCK, PWON, TINS.
Sedangkan indeks Hang Seng (-0.38%) dan Shanghai (-0.29%) memimpin pelemahan. Bank of Japan belum mengungkap kapan akan melepas stimulus saat peninjauan kebijakan pada pekan ini.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (+0.28%) ditutup menguat 16.72 poin dilevel 5901.33 dengan indeks sektor pertambangan (+1.31%), Property (1.03%) dan Trading (1.01%) menguat di atas 1%.
"Harga komoditas yang kembali bergairah sejak awal sesi perdagangan menggiring saham-saham pertambangan menuju penguatan," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/9/2017).
Meskipun demikian, kata Lanjar, IHSG masih tertahan pada aksi jual investor asing yang tercatat di level Rp229,81 miliar. Dimana saham-saham bank seperti BBRI, BMRI dan BBCA menjadi yang terbanyak terjadi net sell investor asing pada perdagangan kali ini.
Lanjar memperkirakan, pergerakan IHSG pada hari ini kembali cukup positif meskipun bergerak terbatas. Harga saat ini melakukan pengujian level upper bollinger bands setelah berhasil tutup di atas 5.900. Indikator stochastick yang berada pada level overbought menahan pergerakan optimis selanjutnya meskipun momentum RSI masih cukup positif.
Lanjar memprediksi IHSG akan bergerak kembali mixed menguat terbatas menguji level tertinggi tahun ini dengan range pergerakan 5.869-5.916. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, BBNI, INCO, RALS, ADRO, LPCK, PWON, TINS.
(ven)
Lihat Juga :