ReIde Indonesia: Bangun Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal

Jum'at, 22 September 2017 - 02:12 WIB
ReIde Indonesia: Bangun...
ReIde Indonesia: Bangun Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal
A A A
JAKARTA - Peneliti ReIde Indonesia Riyanda Barmawi berpendapat, kearifan lokal dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk agrokimia dan meningkatkan hasil panen. Salah satu kebijakan pemerintah yang dinilai kurang tepat adalah penggunaan pupuk kimia dan organik secara intensif.

Pasalnya, pola pikir petani sudah dibentuk bahwa pupuk kimia untuk mendukung produksi. Namun di sisi lain, penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang berakibat kepada lemahnya daya tahan tanaman ketika terserang penyakit.

"Situasi ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang dinilai salah total di sektor pertanian," kata Riyanda di Jakarta, Kamis (21/9/2017).

Menurutnya, pertanian model konvesional yang mengandalkan obat dan pupuk kimia menyebabkan terganggunya unsur tanah dan ketidakseimbangan hara. Fakta di lapangan banyak tekanan yang ditujukan kepada program free chemical karena nilai perdagangan pupuk dan obat kimia sangatlah besar.

"Sektor pertanian masih menghadapi tantangan dalam budidaya bersifat konvensional. Misalkan saja, melakukan penanaman untuk satu jenis tanaman tertentu. Petani yang masih konvensional cenderung sulit memperbaiki teknologi dalam bidang pertanian," jelasnya.

Oleh karena itu, petani diharapkan mampu memaksimalkan kearifan lokal sehingga tidak bergantung kepada pihak lain. "Ketergantungan terhadap produk kimia dan benih inilah yang membuat petani sulit berkembang," tukasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pupuk Batubara Bisa...
Pupuk Batubara Bisa Jadi Jawaban Kelangkaan di Sektor Pertanian
Dorong Produktivitas...
Dorong Produktivitas Pertanian di Bone, 4.800 Ton Pupuk Bersubsidi Disiapkan
Upaya Edukasi Petani...
Upaya Edukasi Petani untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Digitalisasi Sektor...
Digitalisasi Sektor Pertanian Perlu Terus Digencarkan
Tambahan Alokasi Subsidi...
Tambahan Alokasi Subsidi Pupuk Dorong Produktivitas Pertanian
Pupuk Langka, Petani...
Pupuk Langka, Petani Ketipu Oknum Berseragam Petro Kimia Dilapak Online
Berita Terkini
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
5 menit yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
46 menit yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
2 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved