Anak Usaha JAPFA Berkomitmen Dampingi Petambak Kecil

Sabtu, 23 September 2017 - 10:11 WIB
Anak Usaha JAPFA Berkomitmen...
Anak Usaha JAPFA Berkomitmen Dampingi Petambak Kecil
A A A
JAKARTA - PT Suri Tani Pemuka (STP- JAPFA Group) berkomitmen untuk mendampingi petambak kecil melalui program KAVAS (Kawasan Vanamei STP). Program tersebut memberikan pendampingan kepada petambak untuk dapat meningkatkan produktivitas dan mengubah pola budidaya dari tambak tradisional menjadi tambak semi intensif atau bahkan tambak intensif.

"Program KAVAS STP terbukti mampu meningkatkan produktivitas tambak. Pendampingan yang dilakukan tim STP dapat membantu petambak seperti kita ini untuk dapat memelihara udang dengan baik," ujar Bandi, salah satu petambak yang tergabung dalam KAVAS di Lombok Tengah.

Bandi juga menjelaskan sebelumnya budidaya tambak yang dilakukannya jarang mendapatkan hasil yang baik. Salah satu kendala yang dihadapi petambak di Lombok Tengah adalah penyakit WFD (White Feces Disease) atau penyakit berak putih pada udang selama masa pemeliharaan.

"Dahulu saya hampir gila. Punya tambak tapi kalau untuk pelihara udang rugi terus. Kalau tidak diteruskan rugi, dijalankan lebih rugi," kisah Bandi. "Akhirnya saya ketemu Pak Menge (Ketua Kelompok Petambak KAVAS) dan Pak Sarwana (STP) barulah harapan itu ada lagi," imbuhnya.

Ungkapan Bandi tersebut tidak berlebihan karena telah melihat hasil panenan dari para petambak awal yang bergabung dengan program KAVAS. Petambak yang telah bergabung ternyata bisa meningkatkan hasil budidaya udang dengan mengubah pola budidaya dengan menjaga kualitas air dan pengolahan lahan yang baik.

"WFD atau berak putih pada dasarnya penyakit yang muncul karena budidaya kurang baik. Ketika melihat pola budidaya petambak di lombok tengah pada awal membangun KAVAS, saya yakin banyak hal yang masih bisa diperbaiki agar petambak untung," ujar Sarwana, Head of Shrimptech STP.

Sebagai langkah awal untuk melakukan inisiasi, Sarwana dan tim teknis dari STP mengenalkan model budidaya yang baik kepada para petambak. Mulai dari pengolahan lahan sebelum tebar benih, menjaga kualitas air selama masa budidaya, hingga pengelolaan panen yang baik.

"Budidaya udang yang baik kuncinya pada kualitas air yang menjadi tempat hidup udang," ujar Sarwana. "Petambak model tradisional seringkali tidak memperhatikan hal ini termasuk pada pengolahan lahan sebelum masa tebar benur."

Sarwana menjelaskan strategi yang ditempuh STP untuk menjawab permasalahan petambak tersebut dengan mendedikasikan pendamping petambak yang berfungsi sebagai penyuluh lapangan. Tugas utamanya adalah mendampingi petambak untuk dapat mengembangkan budidaya yang baik. Menjawab dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petambak terkait dengan budidaya udang.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan di masing-masing daerah sudah ada satu orang pendamping KAVAS. Kehadiran pendamping merupakan salah satu strategi STP untuk membantu meningkatkan produktivitas udang petambak.

"Ke depan kami berupaya untuk meningkatkan layanan lainnya sesuai dengan kebutuhan petambak. Bagi kami, keberlangsungan usaha udang para petambak merupakan kelangsungan perusahaan,"jelas Sarwana. “Hal tersebut sesuai dengan motto JAPFA yaitu Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama," tutupnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Perekonomian,...
Dukung Perekonomian, JAPFA Konsisten Lakukan Ekspor Sektor Peternakan
Pemprov Sulbar Ajak...
Pemprov Sulbar Ajak PT Japfa Ikut Kelola Potensi Sulbar
Jadi Tonggak Sejarah,...
Jadi Tonggak Sejarah, Indonesia Ekspor 23 Ribu Ayam Hidup ke Singapura
Diadang Pandemi, Japfa...
Diadang Pandemi, Japfa Perkuat Bisnis Hilir dan Pasar Domestik
Upaya Perusahaan Memperkuat...
Upaya Perusahaan Memperkuat Segmen Usaha Hilir
Kinerja Cepat Pulih...
Kinerja Cepat Pulih di Tengah Pandemi, Ini Strategi Japfa
Berita Terkini
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
55 menit yang lalu
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
1 jam yang lalu
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
1 jam yang lalu
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
1 jam yang lalu
Infografis
Jerman Persiapkan Anak-anak...
Jerman Persiapkan Anak-anak Hadapi Krisis Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved