Rupiah Dibuka Tak Berdaya, USD Dekati Posisi Tertinggi

Kamis, 28 September 2017 - 10:31 WIB
Rupiah Dibuka Tak Berdaya,...
Rupiah Dibuka Tak Berdaya, USD Dekati Posisi Tertinggi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pembukaan pagi ini terpuruk ke zona merah, dengan kecenderungan mixed. Rupiah yang semakin tak berdaya mengiringi mata uang Negeri Paman Sam yang berdiri kokoh mendekati posisi tertinggi dalam satu bulan.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka terpuruk ke level Rp13.464/USD. Posisi tersebut memburuk dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.384/USD.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini juga memperlihatkan sedikit perbaikan, meski masih berada dalam tren negatif. Rupiah pagi Rp13.433/USD atau sedikit lebih baik dari posisi kemarin Rp13.446/USD dengan pergerakan harian pada kisaran level Rp13.415-Rp13.529/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi bertengger pada level Rp13.430/USD atau naik tipis bila dibandingkan kemarin yang berakhir pada posisi Rp13.445/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran Rp13.426-Rp13.522/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, kejatuhan rupiah juga terlihat pada sesi pembukaan pagi ini di level Rp13.499/USD. Kondisi ini memburuk dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.380/USD.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/9/2017) USD diperdagangkan mendekati posisi tertinggi dalam satu bulan terhadap enam mata uang utama. Kenikan dolar AS didukung harapan Presiden AS Donald Trump bakal mewujudkan reformasi fiskal.

Indeks USD tercatat saat melawan enam mata uang utama berada pada level 93.414. Posisi ini mendekati posisi indeks dolar yang mencapai 93.607 pada hari Rabu, atau level terkuat sejak 23 Agustus dan memperoleh sekitar 1,3% sepanjang pekan ini.

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengusulkan merombak pajak AS terbesar dalam tiga dekade, menawarkan untuk memotong pajak bagi kebanyakan orang Amerika. Tetapi muncul kritikan bahwa rencana tersebut hanya akan dinikmati oleh orang kaya dan perusahaan hingga dapat menambahkan triliunan dolar ke defisit.

Melawan yen, USD berdiri di level 112.82 atau masih berada dalam tren positif ketika kemarin menyentuh posisi 113.26 yen pada hari Rabu, untuk menjadi level terkuatnya dalam lebih dari dua bulan. Sementara Euro cenderung mendatar pada level 1.1748 terhadap USD, usai jatuh ke posisi terendah 1.1717 pada hari Rabu, kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
18 menit yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
2 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
4 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
5 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
7 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
10 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved