Proses Go Public Susah-susah Gampang

Senin, 02 Oktober 2017 - 16:14 WIB
Proses Go Public Susah-susah...
Proses Go Public Susah-susah Gampang
A A A
JAKARTA - Deloitte Indonesia Financial Advisory Director Henry Arnoldi Asril mengatakan, proses menjadi perusahaan terbuka atau go public tidak susah, tapi juga tidak mudah. Semua balik ke persiapan masing-masing pengusaha.

(Baca: Go Public, Perusahaan Bisa Dapat Pendanaan Murah )

Menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator hanya memberi tenggat waktu tiga bulan agar dapat pernyataan efektif (effective statement). Selanjutnya, perusahaan mengikuti proses yang ada sampai lolos.

"Perusahaan diberikan waktu 180 hari untuk dapat effective statement dari OJK. Proses selanjutnya tidak bisa diprediksi karena ada proses tanya jawab dari bursa dan OJK. Kalau tidak berhasil, perusahaan perlu ulang lagi dengan audit report yang baru lagi," ujarnya di Jakarta, Senin (2/10/2017).

(Baca: Perusahaan Go Public Akan Banyak Mendapatkan Keuntungan )

Dari sisi kesiapan, Henry mengungkapkan, yang paling penting adalah kerapihan dokumen serta ukuran perusahaan. Lalu, ketika dana dari proses pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) akan digunakan untuk ekspansi besar, waktunya bisa lebih lama.

"Persiapan tergantung seberapa rapi dokumentasi dan seberapa besar struktur perusahaan. Kalau restrukturisasinya lewat proses M&A bisa lebih dari setahun. Saya pernah bantu perusahaan yang ingin IPO, mereka ada rencana akuisisi, IPO yang mereka persiapkan perlu waktu dua tahun," ujarnya di Jakarta, Senin (2/10/2017).

Menurutnya, ketika mau IPO, perusahaan harus menyiapkan laporan keuangan yang rapi tersebut enam bulan sebelumnya. Sehingga, bisa dapat izin OJK secepatnya.

"Kalau mau IPO di Desember maka sebelum Juni harus dapat pernyataan efektif dari OJK," kata Henry. (Baca: Membuka Jalan Menuju Go Public )

Di sisi lain, Henry menambahkan, ukuran kapitalisasi pasar juga mesti jadi perhatian pengusaha. Jika ternyata ukurannya kecil maka untuk apa perusahaan IPO.

"Jadi, ini balik lagi ke internal. Apakah dengan size yang kecil itu memadai atau tidak untuk tujuan perusahaan. Size untuk IPO, mereka perlu memikirkan sizenya untuk ekspansi working capital dan membayar utang perusahaan. Selain itu, optimum structure kalau perusahaan tersebar di mana-mana, sehingga perlu restrukturisasi," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
7 Perusahaan Antre IPO,...
7 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo
5 Perusahaan Antre IPO...
5 Perusahaan Antre IPO Tahun Ini, Cek Daftarnya
Sebanyak 29 Perusahaan...
Sebanyak 29 Perusahaan Siap IPO, Mayoritas Kelas Menengah
Newport Marine Services...
Newport Marine Services IPO, Oversubscribed hingga 60,51 Kali
Cipta Perdana Lancar...
Cipta Perdana Lancar Siap IPO, Penjualan Optimistis Meningkat hingga 20%
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
50 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas di Indonesia...
10 Universitas di Indonesia Ini Lulusannya Gampang Dapat Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved