Sektor Jasa Inggris Pulih dari Posisi Terendah 11 Bulan

Kamis, 05 Oktober 2017 - 15:21 WIB
Sektor Jasa Inggris...
Sektor Jasa Inggris Pulih dari Posisi Terendah 11 Bulan
A A A
LONDON - Aktivitas sektor jasa Inggris mulai pulih setelah berubah sedikit pada bulan September, menurut data survei yang diawasi ketat. Indeks manajer pembelian (purchasing managers’ index /PMI) Markit/CIPS meningkat menjadi 53,6 dari level terendah dalam 11 bulan 53,2 di bulan Agustus.

Seperti dilansir BBC, Kamis (5/10/2017) angka di atas 50 menunjukkan adanya pertumbuhan. Namun Inggris masih tertinggal dari zona euro, dimana layanan PMI tumbuh kuat pada posisi 55,8 bulan lalu.

IHS Markit mengatakan meningkatnya biaya berarti harga rata-rata di Inggris berada di posisi tertinggi sejak April. "Tekanan harga akan membuat harapan lanjutan terhadap bahan bakar. "Bank of England akan segera menaikkan suku bunga," Kepala Ekonom IHS Markit Chris Williamson.

Namun Ia menambahkan keputusan tersebut cenderung sulit, karena pertumbuhan ekonomi tidak cukup kuat. Pulihnya sektor jasa, dikombinasikan dengan penurunan sektor kontruksi di tengah penguatan manufaktor membuat pertumbuhan Inggris cenderung tenang di level 0,3% dalam kuartal ketiga.

Ekonom Paulus Hollingsworth dari Capital Economics mengatakan, peningkatan sektor jada bulan September membantu meredakan ketakutan bahwa ekonomi telah kehilangan momentum. "Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi 0,3% pada kuartal ketiga, sehingga temuan IHS Markit tidak mencegah bank menaikkan suku bunga pada bulan November," sambung Hollingsworth.

Sebelumnya tinjauan lembaga pemeringkat Standard & Poor's pekan ini mengatakan ada sikap skeptis ekonomi Inggris memerluka kenaikan suku bunga. S & P mengatakan sinyal bank yang akan menaikkan segera, tampaknya dirancang untuk mendorong poundsterling dan inflasi.

"Secara keseluruhan, kami percaya Bank dan pernyataan utama Mark Carney ditujukan agar menopang sterling untuk mengurangi tekanan inflasi impor," ucap analis S & P dalam sebuah laporan. Diterangkan mereka mengharapkan suku bunga naik 0,25% menjadi 0,5% bulan depan, tapi S&P menyakini kenaikan tidak akan mngalaiaaada tidak lebih tingkat meningkat pada tahun 2018.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
1 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
1 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
2 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
3 jam yang lalu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
5 jam yang lalu
Infografis
Vaksinasi Covid-19 Anak...
Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6 Bulan-11 Tahun Mulai Maret 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved