Peluang Rupiah Melemah Masih Mungkin Terjadi
Selasa, 10 Oktober 2017 - 09:00 WIB
Peluang Rupiah Melemah Masih Mungkin Terjadi
A
A
A
JAKARTA - Adanya sejumlah sentimen positif baik dari data-data ekonomi maupun pemberitaan seperti rencana kerja sama dengan Timur Tengah hingga rilis 10 kebijakan utama OJK terkait reformasi di industri keuangan tampaknya tidak banyak berimbas pada rupiah.
Bahkan melemahnya USD pun juga tidak banyak berimbas pada pergerakan rupiah. Dengan demikian, peluang pelemahan pun masih dimungkinkan terjadi.
"Oleh karena itu, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.525/USD dan resisten Rp13.488/USD.
Sementara, pelemahan rupiah masih terjadi di awal pekan ini meski dibarengi dengan pelemahan USD. Adanya berita bahwa Korea Utara sedang menyiapkan rudal lainnya yang memiliki daya jelajah lebih jauh memberikan dorongan bagi JPY, sehingga laju USD kembali tertekan.
"Adanya peralihan dari USD ke JPY tampaknya tidak berimbas positif pada rupiah sehingga adanya pelemahan USD tidak membuat laju rupiah berbalik menguat. Sejumlah sentimen positif dari dalam negeri pun tidak terlalu banyak ditanggapi oleh pelaku pasar," pungkasnya.
Bahkan melemahnya USD pun juga tidak banyak berimbas pada pergerakan rupiah. Dengan demikian, peluang pelemahan pun masih dimungkinkan terjadi.
"Oleh karena itu, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.525/USD dan resisten Rp13.488/USD.
Sementara, pelemahan rupiah masih terjadi di awal pekan ini meski dibarengi dengan pelemahan USD. Adanya berita bahwa Korea Utara sedang menyiapkan rudal lainnya yang memiliki daya jelajah lebih jauh memberikan dorongan bagi JPY, sehingga laju USD kembali tertekan.
"Adanya peralihan dari USD ke JPY tampaknya tidak berimbas positif pada rupiah sehingga adanya pelemahan USD tidak membuat laju rupiah berbalik menguat. Sejumlah sentimen positif dari dalam negeri pun tidak terlalu banyak ditanggapi oleh pelaku pasar," pungkasnya.
(ven)