Penguatan Rupiah Lagi Diuji Sentimen Global
Rabu, 11 Oktober 2017 - 08:53 WIB
Penguatan Rupiah Lagi Diuji Sentimen Global
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan yang terjadi pada rupiah tampaknya harus kembali diuji ketahanannya agar dapat mengkonfirmasikan kenaikan lanjutan.
Meski laju USD cenderung melemah, namun pergerakan JPY yang menguat seiring antisipasi sentimen uji coba rudal milik Korea Utara dan terapresiasinya EUR seiring respons positif terhadap kenaikan data-data ekonomi Jerman, dapat menjadi penghalang kenaikan lanjutan rupiah jika demand terhadap kedua mata uang tersebut meningkat signifikan.
"Diharapkan sentimen dari dalam negeri masih dapat positif, sehingga rupiah masih berkesempatan untuk kembali menguat. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (11/10/2017).
Reza memprediksi, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.520/USD dan resisten Rp13.470/USD.
Sementara, meski sempat mengalami pelemahan namun, laju rupiah mampu mengalami kenaikan jelang akhir sesi. Pergerakan USD yang cenderung masih melemah terhadap JPY membuat rupiah mengambil kesempatan untuk terapresiasi meski masih di bawah kenaikan JPY.
"Sentimen positif dari dalam negeri, dimana pemerintah pada tahun depan akan menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) menjadi 7%, dari saat ini di level 9% dan Survei Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2017 yang mencatat kenaikan penjualan eceran 2,2% dibandingkan Juli yang melorot 3,3% secara tahunan (yoy) turut membantu rupiah untuk dapat berbalik positif," pungkasnya.
Meski laju USD cenderung melemah, namun pergerakan JPY yang menguat seiring antisipasi sentimen uji coba rudal milik Korea Utara dan terapresiasinya EUR seiring respons positif terhadap kenaikan data-data ekonomi Jerman, dapat menjadi penghalang kenaikan lanjutan rupiah jika demand terhadap kedua mata uang tersebut meningkat signifikan.
"Diharapkan sentimen dari dalam negeri masih dapat positif, sehingga rupiah masih berkesempatan untuk kembali menguat. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (11/10/2017).
Reza memprediksi, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.520/USD dan resisten Rp13.470/USD.
Sementara, meski sempat mengalami pelemahan namun, laju rupiah mampu mengalami kenaikan jelang akhir sesi. Pergerakan USD yang cenderung masih melemah terhadap JPY membuat rupiah mengambil kesempatan untuk terapresiasi meski masih di bawah kenaikan JPY.
"Sentimen positif dari dalam negeri, dimana pemerintah pada tahun depan akan menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) menjadi 7%, dari saat ini di level 9% dan Survei Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2017 yang mencatat kenaikan penjualan eceran 2,2% dibandingkan Juli yang melorot 3,3% secara tahunan (yoy) turut membantu rupiah untuk dapat berbalik positif," pungkasnya.
(ven)