Rupiah Hari Ini Diramal Bakal Lanjutkan Penguatan
Senin, 16 Oktober 2017 - 08:12 WIB
Rupiah Hari Ini Diramal Bakal Lanjutkan Penguatan
A
A
A
JAKARTA - Kembali melemahnya laju dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan dapat menjadi momentum positif kenaikan yang dibarengi dengan kenaikan euro dan yen.
Di sisi lain, meski di dalam negeri minim sentimen namun, secara kondisi menunjukan hal yang positif yang ditopang oleh rilis data-data ekonomi sebelumnya.
"Diharapkan laju rupiah dapat kembali melanjutkan penguatannya. Akan tetapi, tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat menghalangi potensi penguatan lanjutan pada rupiah, terutama dari imbas rilis data-data ekonomi di pekan depan," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (16/10/2017).
Reza memperkirakan, laju rupiah akan berada di rentang support Rp13.534/USD dan resisten Rp13.479/USD. Sementara, pergerakan nilai tukar rupiah di pekan kemarin kembali mampu berbalik menguat seiring memanfaatkan momentum pelemahan USD karena timbul ketidakjelasan kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun nanti.
"Selain itu, kondisi di Eropa membuat laju EUR mengalami kenaikan sehingga menekan laju USD. Adapun nilai tukar rupiah menguat 0,04% atau lebih tinggi dari pelemahan dipekan sebelumnya sebesar 0,23%," pungkasnya.
Di sisi lain, meski di dalam negeri minim sentimen namun, secara kondisi menunjukan hal yang positif yang ditopang oleh rilis data-data ekonomi sebelumnya.
"Diharapkan laju rupiah dapat kembali melanjutkan penguatannya. Akan tetapi, tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat menghalangi potensi penguatan lanjutan pada rupiah, terutama dari imbas rilis data-data ekonomi di pekan depan," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (16/10/2017).
Reza memperkirakan, laju rupiah akan berada di rentang support Rp13.534/USD dan resisten Rp13.479/USD. Sementara, pergerakan nilai tukar rupiah di pekan kemarin kembali mampu berbalik menguat seiring memanfaatkan momentum pelemahan USD karena timbul ketidakjelasan kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun nanti.
"Selain itu, kondisi di Eropa membuat laju EUR mengalami kenaikan sehingga menekan laju USD. Adapun nilai tukar rupiah menguat 0,04% atau lebih tinggi dari pelemahan dipekan sebelumnya sebesar 0,23%," pungkasnya.
(izz)