Rupiah Makin Terperosok Saat USD Keok Lawan Pounds

Selasa, 17 Oktober 2017 - 17:12 WIB
Rupiah Makin Terperosok...
Rupiah Makin Terperosok Saat USD Keok Lawan Pounds
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan hari ini semakin terperosok dibanding penutupan kemarin. Kondisi mata uang garuda terjadi saat USD keok melawan poundsterling.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.507/USD atau semakin memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.476/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.478-Rp13.515/USD.

Pelemahan rupiah juga terlihat berdasarkan data Yahoo Finance yang berada di posisi Rp13.505/USD. Rupiah terlihat tidak lebih baik dibanding sebelumnya di level Rp13.480/USD dengan kisaran harian Rp13.478-Rp13.512/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.505/USD atau memburuk dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.495/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.490/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.483/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, poundsterling melambung tinggi pada hari ini karena investor menunggu data inflasi yang diperkirakan akan memainkan peran menentukan dalam menetapkan pandangan kebijakan Bank of England dalam beberapa pekan mendatang.

Pasar memperkirakan kenaikan inflasi year-on-year menjadi 3,0% juga Gubernur BoE Mark Carney mungkin menawarkan petunjuk kebijakan lebih lanjut ketika dia muncul di hadapan komite parlemen.

Pembacaan inflasi 2,9% pada Agustus merupakan level tertinggi secara gabungan dalam lebih dari lima tahun dan mendorong BoE untuk memberi sinyal kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang pada pertengahan September, dan hal ini memicu kenaikan pasar.

Poundsterling terhadap USD naik 4% ke level tertinggi dalam satu tahun di level 1,3659 pada akhir September sebelum memberikan beberapa kenaikan tersebut di hari-hari berikutnya.

Hal tersebut diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada di level 1,3261 terhadap USD pada Selasa yang jauh lebih kuat. Spekulan memangkas posisi panjang mereka pada pounds sebagai taruhan yang akan naik dalam pekan terakhir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
3 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
3 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
4 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved