Rupiah Hari Ini Berpotensi Lanjutkan Pelemahan
Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:22 WIB
Rupiah Hari Ini Berpotensi Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Mulai adanya berbagai sentimen negatif dapat menjadi penghalang kenaikan rupiah, sehingga dikhawatirkan akan membuka peluang pelemahan lanjutan.
"Untuk itu, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (18/10/2017).
Dia memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.517/USD dan resisten Rp13.470/USD. Sementara, pergerakan rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan seiring dengan kembali terapresiasinya USD.
Adanya sentimen dari Presiden AS Donald Trump yang akan menentukan nahkoda baru dari The Fed membuat laju USD berbalik menguat karena terkait dengan percepatan kenaikan suku bunga AS.
Kenaikan USD juga ditopang oleh meningkatnya imbal hasil obligasi AS, di mana pelaku pasar berspekulasi Presiden Trump akan memilih John Taylor sebagai calon Gubernur The Fed yang bersikap hawkish. Sehingga diasumsikan kenaikan suku bunga akan lebih agresif.
"Sementara itu, laju EUR kembali melemah seiring masih adanya menahan diri dari pelaku pasar terkait kondisi geopolitik dan jelang pertemuan ECB," tutur dia.
"Untuk itu, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (18/10/2017).
Dia memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.517/USD dan resisten Rp13.470/USD. Sementara, pergerakan rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan seiring dengan kembali terapresiasinya USD.
Adanya sentimen dari Presiden AS Donald Trump yang akan menentukan nahkoda baru dari The Fed membuat laju USD berbalik menguat karena terkait dengan percepatan kenaikan suku bunga AS.
Kenaikan USD juga ditopang oleh meningkatnya imbal hasil obligasi AS, di mana pelaku pasar berspekulasi Presiden Trump akan memilih John Taylor sebagai calon Gubernur The Fed yang bersikap hawkish. Sehingga diasumsikan kenaikan suku bunga akan lebih agresif.
"Sementara itu, laju EUR kembali melemah seiring masih adanya menahan diri dari pelaku pasar terkait kondisi geopolitik dan jelang pertemuan ECB," tutur dia.
(izz)