Rentan Diselewengkan, Skema Subsidi Elpiji Perlu Diubah

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:23 WIB
Rentan Diselewengkan,...
Rentan Diselewengkan, Skema Subsidi Elpiji Perlu Diubah
A A A
JAKARTA - Subsidi elpiji yang selama ini disalurkan melalui produk/barang dinilai rawan diselewengkan. Subsidi elpiji dinilai akan lebih tepat sasaran jika diberikan langsung kepada orang atau penerima yang berhak.

"Subsidi yang diberikan terhadap barang itu selalu lebih rentan daripada subsidi yang diberikan terhadap orang. Apalagi jika di sana ada disparitas harga yang tinggi," ujar pengamat energi dari Center for Energy and Food Security Studies (CEFSS) Ali Ahmudi, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Namun, lanjut dia, untuk menerapkan subsidi langsung kepada orang, dibutuhkan basis data penerima yang akurat. Selama ini, kata dia, jumlah masyarakat miskin yang dinilai berhak atas subsidi elpiji masih belum jelas.

Dosen Ekonomi Energi dan Sumber Daya Mineral Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya menambahkan, agar subsidi elpiji tepat sasaran, wacana mengenai kartu subsidi perlu segera direalisasikan. Berly menambahkan, dengan inflasi yang relatif terkendali, saat ini sebetulnya masih ada ruang untuk mengurangi subsidi elpiji 3kg.

“Janji-janji kartu dari mulai elpiji, BBM, itu realisasinya sampai saat ini belum berjalan. Jangan sampai elpiji 3 kg ini dinikmati oleh restoran-restoran yang menghabiskan ratusan tabung padahal mereka untungnya sudah banyak,” ujarnya.

Subsidi elpiji dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 ditetapkan sebesar Rp20 triliun dengan asumsi program subsidi langsung dimulai secara bertahap pada 2017. Namun, karena pola distribusi tak kunjung diubah, jumlah subsidi diperkirakan membengkak, karena naiknya harga elpiji di pasar internasional, serta penggunaan yang tidak tepat sasaran di lapangan, baik oleh rumah tangga menengah dan mapan, pertanian, peternakan, bahkan restoran hingga jasa laundry pakaian.

“Selama ini elpiji 3 kg bisa dikonsumsi siapa saja karena tidak diatur dengan mekanisme distribusi tertutup, sehingga konsumsi terus meningkat. Ini kan juga jadi cost bagi Pertamina,” ujar Berly.

Lebih lanjut, Ali Ahmudi mengatakan, agar subsidi tak makin membesar, ke depan perlu disiapkan alternatif bahan bakar selain elpiji agar masyarakat memiliki pilihan lain. Dari sisi produksi, jelas Ali, produksi elpiji nasional hanya 1,4 juta metrik ton (MT). Sementara kebutuhannya secara nasional mencapai 5 juta MT, sehingga butuh impor lebih dari 3 juta MT. jumlah itu menurutnya akan makin membesar seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia.

"Karena itu, ke depan harus pula dicarikan sumber energi yang lebih murah, misalnya gas alam melalui jaringan gas kota ataupun biomassa," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Pembelian Gas Wajib...
Pembelian Gas Wajib Tunjukan KTP Mulai 1 Januari 2024
Beli LPG 3 Kg di Warung...
Beli LPG 3 Kg di Warung Wajib Bawa KTP, Ini Caranya  
Emak-emak di Aceh Rela...
Emak-emak di Aceh Rela Antre Demi Elpiji Bersubsidi
Disimpan di dalam Kitchen...
Disimpan di dalam Kitchen Set, Tabung Melon Meledak
Transaksi Gas LPG Bersubsidi...
Transaksi Gas LPG Bersubsidi di Pangandaran Bakal Diperketat
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved