Menteri Susi: Ini Bukti Negara Bisa Menang Lawan Mafia

Jum'at, 20 Oktober 2017 - 13:39 WIB
Menteri Susi: Ini Bukti...
Menteri Susi: Ini Bukti Negara Bisa Menang Lawan Mafia
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kemenangan dalam kasus kapal pengangkut ikan dari Thailand, kapal Silver Sea 2 lewat putusan Pengadilan Negeri Sabang menjadi bukti bahwa negara bisa menang melawan mafia. Diakuinya, proses penyelesaian kasus tersebut cukup memakan waktu.

(Baca Juga: Curi Ikan, Kapal Asal Thailand Disita dan Denda Rp250 Juta )

Betapa tidak, kapal tersebut telah ditangkap sejak Agustus 2017 dan kasusnya telah dilaporkan kepada Pengadilan Negeri Sabang pada bulan tersebut. Menurutnya, lamanya proses penyelesaian kasus tersebut lantaran pemilik kapal Silver Sea 2 adalah orang-orang hebat. Penasihat hukum yang membela mereka pun hebat-hebat, sehingga terjadi tarik ulur dalam kasus tersebut.

"Kendalanya itu mereka hebat-hebat. Penasihat hukumnya juga hebat-hebat. Kali ini kita buktikan negara menang melawan mafia," katanya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Menurutnya, keberhasilan negara memenangkan kasus tersebut adalah keberhasilan yang monumental. Apalagi, kapal Indonesia (KRI) yang menangkap kapal Silver Sea 2 kala itu jauh lebih kecil dibanding kapal Thailand tersebut. "Ini keberhasilan yang monumental. Padahal KRI nya kalah besar dengan kapal ikannya. KRI nya hanya seperti little brother dari kapal ikannya," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Susi menyatakan bahwa negara telah memenangkan kasus pencurian ikan yang telah dilakukan oleh kapal penangkap ikan dari Thailand, Silver Sea 2. Kemenangan tersebut berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Sabang Nomor 21/Pidsus/2017/PN SAB.

Dalam putusan tersebut, katanya, terdakwa atas nama Yotin Kuarabiab berkewarganegaraan Thailand, yang bekerja sebagai nakhoda Kapal Silver Sea 2 terbukti secara sah melanggar Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan. "Terdakwa dijatuhi pidana denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
5 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
6 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
7 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
8 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
9 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
10 jam yang lalu
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved