Atasi Kesulitan Air, Menteri Jonan Bangun 5 Sumur Bor di Sulut
Minggu, 22 Oktober 2017 - 22:05 WIB
Atasi Kesulitan Air, Menteri Jonan Bangun 5 Sumur Bor di Sulut
A
A
A
MINAHASA UTARA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memberikan bantuan sebanyak lima buah sumur bor untuk masyarakat yang kesulitan air di Desa Warisa, Kampung Baru, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara.
Jonan menegaskan, sumber daya air sangat penting bagi aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya mendorong pemanfaatan sumber air tanah melalui eksplorasi dan pembangunan sumur bor air tanah yang secara hidrogologis masih memungkinkan dan dalam jumlah yang memadai.
Pembangunan sumur bor air tanah beserta fasilitasnya di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) menurutnya sudah dilakukan Kemanterian ESDM sejak 2007 lalu, dengan jumlah 28 sumur bor yang tersebar di kabupaten/kota.
“Sekarang sudah lima buah sumur bor yang terdapat di daerah Minahasa Utara. Desa Warisa Kampung Baru Kecamatan Talawaan dua buah sumur bor, dan masing-masing satu sumur bor di Desa Maen Kecamatan Likupang Minahasa Utara, Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, Desa Pinapalangkow Kecamatan Suluun Tareran Minahasa Selatan dan Kelurahan Lirang Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung,” ujar Jonan di Minahasa Utara, kemarin.
Jonan menambahkan di Sulut masih terdapat beberapa lokasi yang mengalami kesulitan mendapat air bersih, sehingga pada tahun 2018 Kementerian ESDM mengalokasikan pembangunan delapan sumur bor lagi di wilayah yang mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan pemanfaatan air tanah sesuai dengan kondisi geologi.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan bahwa di Sulut masih banyak daerah dan kepulauan yang kesulitan mendapatkan air sehingga sangat membutuhkan bantuan serupa.
Dia juga berharap pemerintah pusat terus melakukan pengembangan ketenagalistrikan melalui pengadaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 28 desa yang belum berlistrik, serta perluasan jaringan listrik di desa-desa yang sedang berkembang.
Jonan menegaskan, sumber daya air sangat penting bagi aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya mendorong pemanfaatan sumber air tanah melalui eksplorasi dan pembangunan sumur bor air tanah yang secara hidrogologis masih memungkinkan dan dalam jumlah yang memadai.
Pembangunan sumur bor air tanah beserta fasilitasnya di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) menurutnya sudah dilakukan Kemanterian ESDM sejak 2007 lalu, dengan jumlah 28 sumur bor yang tersebar di kabupaten/kota.
“Sekarang sudah lima buah sumur bor yang terdapat di daerah Minahasa Utara. Desa Warisa Kampung Baru Kecamatan Talawaan dua buah sumur bor, dan masing-masing satu sumur bor di Desa Maen Kecamatan Likupang Minahasa Utara, Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, Desa Pinapalangkow Kecamatan Suluun Tareran Minahasa Selatan dan Kelurahan Lirang Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung,” ujar Jonan di Minahasa Utara, kemarin.
Jonan menambahkan di Sulut masih terdapat beberapa lokasi yang mengalami kesulitan mendapat air bersih, sehingga pada tahun 2018 Kementerian ESDM mengalokasikan pembangunan delapan sumur bor lagi di wilayah yang mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan pemanfaatan air tanah sesuai dengan kondisi geologi.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan bahwa di Sulut masih banyak daerah dan kepulauan yang kesulitan mendapatkan air sehingga sangat membutuhkan bantuan serupa.
Dia juga berharap pemerintah pusat terus melakukan pengembangan ketenagalistrikan melalui pengadaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 28 desa yang belum berlistrik, serta perluasan jaringan listrik di desa-desa yang sedang berkembang.
(fjo)
Lihat Juga :