Kebutuhan Tembakau Kurang 196 Ribu Ton/Tahun

Selasa, 24 Oktober 2017 - 22:01 WIB
Kebutuhan Tembakau Kurang...
Kebutuhan Tembakau Kurang 196 Ribu Ton/Tahun
A A A
JAKARTA - Kebutuhan tembakau sebagai bahan baku rokok nasional ternyata cukup banyak kekurangannya. Dalam setahun, Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) memprediksi kekurangannya mencapai 196 ribu ton.

Ketua Umum Gappri, Ismanu Sumiran menyatakan pada 2016, kebutuhan tembakau untuk memproduksi rokok totalnya mencapai 399,96 ribu ton. Sedangkan tembakau dari petani secara nasional hanya 302 ribu ton.

"Bisa dibayangkan kekurangannya. Jadi wajar kalau para pelaku industri rokok mengimpor tembakau dari India dan sebagian negara ASEAN," ungkapnya di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Atas dasar itulah, Ismanu meminta pemerintah mencari solusi dengan cara melakukan program intensifikasi. Sebab, kalau ekstensifikasi tidak memungkinkan, lahan yang tersedia sudah tidak bisa bertambah, justru sebaliknya berkurang.

"Apalagi produksi rokok lebih banyak ke kretek maka tembakau lokal juga tersedot. Terpaksa untuk tembakau, kita harus impor," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ismanu juga menyampaikan market share rokok secara nasional. Untuk tahun 2012, dibagi dalam tiga besar yaitu SKM yang kretek maupun reguler pasarnya sekitar 62,92% dan tahun 2016 naik menjadi 71,14%. Kenaikan SKM ini selalu diiringi SKT yang menurun.

"Penurunan SKT tahun 2012 angkanya 27,67 persen, lalu tahun 2016 di angka 20,26 persen. Sedangkan di sektor rokok putih stabil di angka 5 persen sampai 6,5 persen," katanya.

Bahkan, lanjut Ismanu, saat ini kondisi pabrikan rokok nasional ada sekitar 1.400. Namun dari jumlah itu, pabrikan rokok yang aktif, tersisa 600 yang berizin dan sekitar 200 aktif berproduksi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Muncul Wacana Iklan...
Muncul Wacana Iklan Rokok Bakal Dihapus Bikin Was-was Industri Tembakau
Revisi Aturan Rokok...
Revisi Aturan Rokok Tidak Urgen: Apa Artinya Jika Industri Tembakau Dimatikan
Gelombang Penolakan...
Gelombang Penolakan Kenaikan Cukai Rokok di 2021 Makin Besar
Curhat Pekerja Rokok...
Curhat Pekerja Rokok Tembakau Tercekik Kenaikan Cukai di Tengah Pandemi
Produksi Tembakau Olahan...
Produksi Tembakau Olahan Diproyeksikan Merosot 16%
Jeritan Petani Tembakau...
Jeritan Petani Tembakau Saat Cukai Rokok Dikabarkan Naik 19%
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
21 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved