IHSG Diperkirakan Tertekan Menuju Level 5.916
Rabu, 25 Oktober 2017 - 08:04 WIB
IHSG Diperkirakan Tertekan Menuju Level 5.916
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan hari ini, Rabu (25/10/2017) diperkirakan akan melaju cenderung terkonsolidasi menekan dengan range pergerakan 5.916-5.974. Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menjelaskan IHSG bergerak cenderung terkonsolidasi secara teknikal setelah ditutup penuh tekanan di akhir sesi perdagangan dari 0,3% hingga hanya tersisa 0,03%.
"Pola yang pulled back pada level upper bollinger bands terlihat cukup tajam dengan terkonsolidasinya indikator RSI dan Stochastic yang menahan laju percobaan trend positif," ujarnya di Jakarta, Rabu (25/10/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup menguat tipis 2,05 poin dilevel 5.952,08 setelah bergerak cenderung menguat sejak sesi kedua. Sektor pertambangan menguat sangat optimis dengan Saham ZINC, BYAN, HRUM dan ADRO menguat hingga akhir sesi perdagangan.
"Impor batubara Tiongkok meningkat menjadi outlook positif pada kinerja keuangan emiten tambang. Aksi net sell kembali terlihat sebesar Rp76,16 miliar dengan saham UNTR dan TLKM yang mengalami aksi jual," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) dan PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA).
Pada perdagangan kemarin, nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,00 triliun dengan 12,3 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp64,93 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,97 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,90 triliun.
"Pola yang pulled back pada level upper bollinger bands terlihat cukup tajam dengan terkonsolidasinya indikator RSI dan Stochastic yang menahan laju percobaan trend positif," ujarnya di Jakarta, Rabu (25/10/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup menguat tipis 2,05 poin dilevel 5.952,08 setelah bergerak cenderung menguat sejak sesi kedua. Sektor pertambangan menguat sangat optimis dengan Saham ZINC, BYAN, HRUM dan ADRO menguat hingga akhir sesi perdagangan.
"Impor batubara Tiongkok meningkat menjadi outlook positif pada kinerja keuangan emiten tambang. Aksi net sell kembali terlihat sebesar Rp76,16 miliar dengan saham UNTR dan TLKM yang mengalami aksi jual," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) dan PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA).
Pada perdagangan kemarin, nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,00 triliun dengan 12,3 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp64,93 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,97 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,90 triliun.
(akr)
Lihat Juga :